Kasus Bansos Covid-19 Terus 'Digoreng', PDIP Bisa Senasib dengan Demokrat
Rabu, 10 Februari 2021 - 09:05 WIB
Menurut Arman, selain langkah yang populis banyak juga partai yang melakukan manuver politik dengan jalan mengganjal saingan yang dianggapnya berpotensi menjadi lawan terberatnya, bisa saja dengan mengangkat kasus atau "borok" suatu partai sehingga timbul sentimen negatif dari masyarakat terhadap partai tersebut.
Menurutnya, terkadang langkah-langkah yang di luar nalar bahkan yang terkesan dibuat-buat juga acap kali dilakukan demi menurunkan popularitas lawannya. Sehingga, di sini penting bagi suatu partai "dekat" dengan penguasa atau menguasai lembaga-lembaga yang berkaitan dengan hal tersebut semisal lembaga hukum, lembaga sosial masyarakat, dan lembaga sosial lainnya.
Baca juga: Elektabilitas Partainya Menurun, Politikus PDIP: Biasa Saja, Jangan Kaget
"Kemandulan partai dalam relasinya pada lembaga-lembaga tersebut akan rentan diobok-obok yang pada akhirnya lemah dan dengan mudah dikalahkan pada saat pertarungan pemilu," tuturnya.
Lebih lanjut Arman mengatakan, menurunnya dukungan partai selain disebabkan hal tadi juga bisa terjadi dari ulah para tokoh dalam partai tersebut misalnya terjerat kasus korupsi, asusila, narkoba, dan lain sebagainya. Dalam dunia politik, kasus tersebut sangat mudah membuat dukungan kepada tokoh maupun partai turun ke titik nadir. Ini biasanya diistilahkan sebagai sanksi politik yang diberikan masyarakat karena tindakan yang dilakukan tidak populer atau menyakiti hati rakyat.
Menurutnya, terkadang langkah-langkah yang di luar nalar bahkan yang terkesan dibuat-buat juga acap kali dilakukan demi menurunkan popularitas lawannya. Sehingga, di sini penting bagi suatu partai "dekat" dengan penguasa atau menguasai lembaga-lembaga yang berkaitan dengan hal tersebut semisal lembaga hukum, lembaga sosial masyarakat, dan lembaga sosial lainnya.
Baca juga: Elektabilitas Partainya Menurun, Politikus PDIP: Biasa Saja, Jangan Kaget
"Kemandulan partai dalam relasinya pada lembaga-lembaga tersebut akan rentan diobok-obok yang pada akhirnya lemah dan dengan mudah dikalahkan pada saat pertarungan pemilu," tuturnya.
Lebih lanjut Arman mengatakan, menurunnya dukungan partai selain disebabkan hal tadi juga bisa terjadi dari ulah para tokoh dalam partai tersebut misalnya terjerat kasus korupsi, asusila, narkoba, dan lain sebagainya. Dalam dunia politik, kasus tersebut sangat mudah membuat dukungan kepada tokoh maupun partai turun ke titik nadir. Ini biasanya diistilahkan sebagai sanksi politik yang diberikan masyarakat karena tindakan yang dilakukan tidak populer atau menyakiti hati rakyat.
Lihat Juga :