Istana Minta Publik Kritis, Ulil Abshar Sebut Banyak Pengkritik Kena UU ITE
Selasa, 09 Februari 2021 - 13:24 WIB
Bahkan, penangkapan itu dilakukan hanya sesaat setelah Jokowi menyatakan komitmennya untuk menegakkan demokrasi di Indonesia pada 26 September 2019 sore. Jokowi menyebut kebebasan pers hingga menyampaikan pendapat adalah pilar demokrasi yang harus terus bersama-sama dijaga dan dipertahankan. "Jangan sampai Bapak, Ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai ini (menjaga demokrasi)," kata Jokowi saat bertemu dengan puluhan tokoh, mulai dari akademisi, seniman, hingga budayawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2021).
Lewat akun Twitter-nya @Dandhy_Laksono, aktivis yang dikenal kritis ini mencuit, "26 September sore: "Jangan ragukan komitmen saya jaga demokrasi". 26 September malam, saya ditangkap. 27 September subuh, Ananda Badudu."
Cuitan itu mengomentari pernyataan Jokowi agar masyarakat kritis dan memberi masukan positif kepada pemerintah. Dandhy juga mengunggah ulang sejumlah link pemberitaan mengenai kasus-kasus hukum terkait UU ITE.
Lewat akun Twitter-nya @Dandhy_Laksono, aktivis yang dikenal kritis ini mencuit, "26 September sore: "Jangan ragukan komitmen saya jaga demokrasi". 26 September malam, saya ditangkap. 27 September subuh, Ananda Badudu."
Cuitan itu mengomentari pernyataan Jokowi agar masyarakat kritis dan memberi masukan positif kepada pemerintah. Dandhy juga mengunggah ulang sejumlah link pemberitaan mengenai kasus-kasus hukum terkait UU ITE.
(abd)
Lihat Juga :