Partai Demokrat: Moeldoko Harusnya Kena Kartu Merah
Senin, 08 Februari 2021 - 10:51 WIB
Namun, Andi menduga bahwa mungkin itu gaya Jokowi yang ingin memberikan pesan silakan Partai Demokrat menyelesaikan urusan internalnya, dan Jokowi yang menyelesaikan urusan internal Istana, hingga kemudian Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditegur oleh Jokowi.
Menurut Andi, semestinya Moeldoko mendapatkan kartu merah dari Jokowi. "Tapi kalau saya, Pak Moeldoko kalau sepak bola mestinya kartu kerah bukan kartu kuning, kartu merah out," kata Andi sembari tertawa.Baca juga: Eks Politikus Demokrat: Tak Mudah Rebut Trah Cikeas
Adapun terkait peran buzzer Istana, Andi menilai tidak mungkin Partai Demokrat bisa kalah dengan buzzer, karena banyaknya simpati dan empati publik terhadap Demokrat dan AHY.
Bahkan Andi mengakui banyak mendapatkan dukungan dari orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. "Karena itu saya rasa teman-teman di Demokrat ini setelah ini kita perlu membuka pendaftaran atau penjelasan bagaimana mendapat KTA (kartu tanda anggota) Partai Demokrat, bukan main luar biasa sentimen positif," ujarnya.Baca juga: Gibran Bisa Jadi Penantang Anies Baswedan
Menurut Andi, semestinya Moeldoko mendapatkan kartu merah dari Jokowi. "Tapi kalau saya, Pak Moeldoko kalau sepak bola mestinya kartu kerah bukan kartu kuning, kartu merah out," kata Andi sembari tertawa.Baca juga: Eks Politikus Demokrat: Tak Mudah Rebut Trah Cikeas
Adapun terkait peran buzzer Istana, Andi menilai tidak mungkin Partai Demokrat bisa kalah dengan buzzer, karena banyaknya simpati dan empati publik terhadap Demokrat dan AHY.
Bahkan Andi mengakui banyak mendapatkan dukungan dari orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. "Karena itu saya rasa teman-teman di Demokrat ini setelah ini kita perlu membuka pendaftaran atau penjelasan bagaimana mendapat KTA (kartu tanda anggota) Partai Demokrat, bukan main luar biasa sentimen positif," ujarnya.Baca juga: Gibran Bisa Jadi Penantang Anies Baswedan
(dam)
Lihat Juga :