BKKBN Sebut Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi
Kamis, 04 Februari 2021 - 14:21 WIB
Oleh karena itu, Hasto mengatakan perbaikan gizi untuk mencegah stunting mendesak untuk dilaksanakan. Terutama pada 1.000 hari kehidupan pertama. “Juga perbaikan gizi upaya perbaikan gizi dengan fokus pada pencegahan stunting. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi terutama dalam 1.000 hari kehidupan pertama yaitu mulai dari janin hingga balita atau baduta,” katanya.
Apalagi, kata Hasto, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yakni di angka 27,6%. Berdasarkan hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019 angka stunting kita masih cukup tinggi sebesar 27,6%. Artinya dari 10 orang balita mendekati 3 di antaranya adalah stunting. Baca juga: Jokowi Akui Target Penurunan Stunting 14% Bukan Perkara Mudah
Presiden Joko Widodo, kata Hasto, telah menargetkan pada tahun 2024 angka stuntig harus turun 14%. “Oleh karena itu butuh usaha yang keras terlebih kepada target yang ditetapkan oleh Bapak Presiden, 14% di tahun 2024,” tutupnya.
Apalagi, kata Hasto, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yakni di angka 27,6%. Berdasarkan hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019 angka stunting kita masih cukup tinggi sebesar 27,6%. Artinya dari 10 orang balita mendekati 3 di antaranya adalah stunting. Baca juga: Jokowi Akui Target Penurunan Stunting 14% Bukan Perkara Mudah
Presiden Joko Widodo, kata Hasto, telah menargetkan pada tahun 2024 angka stuntig harus turun 14%. “Oleh karena itu butuh usaha yang keras terlebih kepada target yang ditetapkan oleh Bapak Presiden, 14% di tahun 2024,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :