Duka Bencana di Tengah Pandemi

Senin, 18 Januari 2021 - 06:06 WIB
Banyaknya angka kematian dan luka akibat bencana semakin menambah duka negeri ini karena masyarakat masih berjuang melawan Covid-19 yang kian merajalela. Jumlah warga yang meninggal dunia akibat virus korona secara akumulasi hingga Minggu (17/01) mencapai 25.987 orang. Angka ini setelah ditambah kasus meninggal dunia sebanyak 220 orang pada hari kemarin. Adapun akumulasi jumlah orang yang terpapar Covid-19 hingga kemarin total mencapai 907.929 orang, dengan penambahan kasus harian di hari yang sama sebanyak 11.287 orang.

Melihat deret angka kematian akibat pandemi Covid-19 maupun bencana alam di berbagai tempat, tentu saja hal ini tidak bisa dianggap remeh. Perlu perhatian dari semua pihak agar jumlah korban tidak bertambah.

Belum lagi warga terdampak lain dari bencana tersebut. Di Kalimantan Selatan, misalnya. Sedikitnya 112.709 orang hingga kemarin masih mengungsi karena rumah mereka terendam banjir parah sejak pekan lalu. Menurut data BPNP, pengungsi itu berasal dari10 daerah yang terkena banjir, di antaranya Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan selain akibat curah hujan yang tinggi sepekan terakhir juga ditengarai karena eksploitasi lingkungan di kawasan hutan serta daerah aliran sungai (DAS). Meski demikian, penyebab utama banjir tersebut masih harus ditelusuri lebih jauh mengingat kompleksnya persoalan lingkungan yang dianggap oleh para aktivis lingkungan sudah dalam tahap mengkhawatirkan.

Lalu bagaimana seharusnya penanganan bencana yang saat ini terjadi? Dalam jangka pendek, tentu yang diperlukan adalah penanganan korban secepatnya dengan mengerahkan bantuan yang diperlukan. Pastikan kebutuhan dasar pengungsi dan warga terdampak lainnya terpenuhi. Harus dipastikan juga penanganan korban di wilayah pengungsian tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 kendati ini tidak mudah dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!