KAMI Kritik Pengelolaan SDA dan Aset Negara yang Akal-akalan

Selasa, 12 Januari 2021 - 19:29 WIB
"Setelah itu, anak cucu kita hanya akan mewarisi sisa tambang yang tidak bernilai lagi. Demikian pula dalam pengelolaan aset-aset negara lainnya, dijalankan dengan akal-akalan saja, misalnya dalam akuisisi saham Freeport, puluhan kontrak dan izin tambang nikel, termasuk izin smelter lebih menguntungkan pihak luar," tegas Rocky saat konferensi pers secara virtual berisi 6 pernyataan sikap KAMI, Selasa (12/1/2021).

Dia membeberkan, perusahaan BUMN sektor energi yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) mengalami intervensi semena-mena yang melanggar aturan guna kepentingan politik. Demikian BUMN lainnya, hanya dijadikan sapi perah dan bagi-bagi jabatan. KAMI menilai, hal ini sangat ironis.

"Karena bangsa yang kaya dengan sumber energi dan sumber daya alam, justeru mengalami ketergantungan impor energi primer, dan aset-aset negara diambang penjualan," ungkapnya.

(Baca:KAMI Minta Polisi Penembak FPIDiadili di Pengadilan HAM)

Rocky menuturkan, akibat yang demikian itu lagi-lagi rakyatlah yang memikul beban atas menumpuknya masalah kehidupan yang semakin berat di tengah pandemi Covid-19 yang semakin meluas. Masalah kehidupan itu sebagai sebuah gambaran kepemimpinan yang menimbulkan beban. Kepemimpinan yang ada kata dia, adalah kepemimpinan yang merupakan bagian dari masalah dan bukan yang memecahkan masalah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!