Kader PKS Tak Berkibar di Survei Capres 2024, Pengamat Ungkap Penyebabnya
Rabu, 06 Januari 2021 - 12:50 WIB
Kata Bakir, pada level nasional PKS tidak secara khusus menyiapkan sosok kader maupun presiden mereka yang akan dijual ke publik. Terbukti, PKS memilih menjadi pengusung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan 2019. "PKS lebih senang sebagai pendukung pada sosok luar sesuai selera," ujar pengajar Sosiologi Politik ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai secara ekstrem bahwa PKS memang miskin kader yang bisa dijual ke publik. "Karena figurnya kurang layak jual," tegas Ujang yang juga analis asal Universitas Al Azhar Indonesia itu.
(Baca juga: Targetkan Perolehan 15% Suara di Pemilu 2024, PKS Siap Usung Capres Sendiri ).
Di sisi lain, Ujang juga mengungkapkan penyebab Presiden PKS atau kader-kader PKS kerap absen di survei. Ia menduga, PKS terlalu nyaman atau bahkan cenderung sudah terpapar pandangan publik sebagai partai dengan ceruk pemilih islam.
"Karena mereka merepresentasikan politik Islam yang kurang diterima oleh banyak kalangan nasionalis dan lain-lain," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai secara ekstrem bahwa PKS memang miskin kader yang bisa dijual ke publik. "Karena figurnya kurang layak jual," tegas Ujang yang juga analis asal Universitas Al Azhar Indonesia itu.
(Baca juga: Targetkan Perolehan 15% Suara di Pemilu 2024, PKS Siap Usung Capres Sendiri ).
Di sisi lain, Ujang juga mengungkapkan penyebab Presiden PKS atau kader-kader PKS kerap absen di survei. Ia menduga, PKS terlalu nyaman atau bahkan cenderung sudah terpapar pandangan publik sebagai partai dengan ceruk pemilih islam.
"Karena mereka merepresentasikan politik Islam yang kurang diterima oleh banyak kalangan nasionalis dan lain-lain," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :