Iuran BPJS Naik Lagi, AHY: Masyarakat Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga
Kamis, 14 Mei 2020 - 14:27 WIB
“Kami yakin pemerintah bisa merealokasikan anggaran pembangunan infrastruktur yang belum mendesak. Itu untuk menutupi kebutuhan Rp20 triliun bagi BPJS Kesehatan,” ujarnya. (Baca juga: Menag Ajak Umat Terus Berdoa agar Covid-19 Segera Berakhir )
Putra sulung SBY itu memahami kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit. Namun, kenaikan iuran hanya salah satu cara mengurangi defisit.Partai Demokrat menawarkan metode lain untuk menyehatkan BPJS Kesehatan, yakni perbaikan tata kelola.
Agus menyarankan dilakukan evaluasi dan audit terhadap peserta BPJS Kesehatan. Nantinya, masyarakat yang paling membutuhkan diprioritaskan untuk mendapatkan manfaatnya. “BPJS Kesehatan dibuat agar negara hadir dalam menjaga kualitas kesehatan rakyat. Terutama, di tengah krisis kesehatan dan tekanan ekonomi saat ini. Kita harus memprioritaskan jaminan kesehatan untuk masyarakat,” tuturnya.
Seperti diketahui, pemerintah kembali menaikan iuran untuk peserta mandiri Kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp150.000. Sedangkan, kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp100.000.
Putra sulung SBY itu memahami kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit. Namun, kenaikan iuran hanya salah satu cara mengurangi defisit.Partai Demokrat menawarkan metode lain untuk menyehatkan BPJS Kesehatan, yakni perbaikan tata kelola.
Agus menyarankan dilakukan evaluasi dan audit terhadap peserta BPJS Kesehatan. Nantinya, masyarakat yang paling membutuhkan diprioritaskan untuk mendapatkan manfaatnya. “BPJS Kesehatan dibuat agar negara hadir dalam menjaga kualitas kesehatan rakyat. Terutama, di tengah krisis kesehatan dan tekanan ekonomi saat ini. Kita harus memprioritaskan jaminan kesehatan untuk masyarakat,” tuturnya.
Seperti diketahui, pemerintah kembali menaikan iuran untuk peserta mandiri Kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp150.000. Sedangkan, kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp100.000.
(dam)
Lihat Juga :