Isu Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Menag: Saya Tidak Pernah Mengatakan Itu
Minggu, 27 Desember 2020 - 14:33 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mengunjungi Gereja Blenduk Semarang. Foto/iNews TV/Taufik Budi
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menceritakan pengalamannya setelah baru dilantik menjadi Menag oleh Presiden Jokowi. Salah satunya adalah kabar jika ia diisukan akan mengafirmasi kelompok Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.
"Saya pengen bercerita, ada kejadian di hari kedua setelah dilantik yang menurut saya mengagetkan. Tiba-tiba ada berita yang mengatakan, Menteri Agama akan mengafirmasi beribadah umat Syiah dan Ahmadiyah," tutur Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dalam Silaturahmi Nasional Lintas Agama dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan secara virtual, Minggu (27/12/2020).
Gus Yaqut pun menegaskan jika ia tidak pernah mengatakan hal itu. "Terlepas konteksnya bahwa ini benar atau salah gitu ya, saya tidak pernah mengatakan itu. Tapi ada media, yang menulis seperti itu dan mengatasnamakan. Saya itu kaget. Ternyata ini media kredibel," katanya. (Baca juga: Menag Akan Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Muhammadiyah: Sebaiknya Dikaji Dulu )
Gus Yaqut pun mengatakan hal ini membuktikan bahwa ancaman pemecah belah bangsa tidak hanya dari agama, tetapi salah satunya adalah media yang disalahgunakan. "Ternyata ancaman kita ini bukan hanya ancaman pemecah-memecah belah itu bukan hanya agama ya. Kalau yang disalahgunakan itu, tapi juga media yang disalahgunakan. Memang semua yang serba salah guna itu pasti nggak baik. Pasti tidak baik. Tetapi, saya bisa sampaikan kemudian kepada pers media dan pada publik semua," katanya.
"Saya pengen bercerita, ada kejadian di hari kedua setelah dilantik yang menurut saya mengagetkan. Tiba-tiba ada berita yang mengatakan, Menteri Agama akan mengafirmasi beribadah umat Syiah dan Ahmadiyah," tutur Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dalam Silaturahmi Nasional Lintas Agama dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan secara virtual, Minggu (27/12/2020).
Gus Yaqut pun menegaskan jika ia tidak pernah mengatakan hal itu. "Terlepas konteksnya bahwa ini benar atau salah gitu ya, saya tidak pernah mengatakan itu. Tapi ada media, yang menulis seperti itu dan mengatasnamakan. Saya itu kaget. Ternyata ini media kredibel," katanya. (Baca juga: Menag Akan Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Muhammadiyah: Sebaiknya Dikaji Dulu )
Gus Yaqut pun mengatakan hal ini membuktikan bahwa ancaman pemecah belah bangsa tidak hanya dari agama, tetapi salah satunya adalah media yang disalahgunakan. "Ternyata ancaman kita ini bukan hanya ancaman pemecah-memecah belah itu bukan hanya agama ya. Kalau yang disalahgunakan itu, tapi juga media yang disalahgunakan. Memang semua yang serba salah guna itu pasti nggak baik. Pasti tidak baik. Tetapi, saya bisa sampaikan kemudian kepada pers media dan pada publik semua," katanya.
Lihat Juga :