Kementan Tingkatkan Mutu Genetik Sapi Perah Lewat Uji Zuriat
Kamis, 17 Desember 2020 - 15:47 WIB
2. Flanggo, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 4.979,8 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.736,7 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 109,1%. Stock yang ada saat ini sebanyak 81.439 dosis;
3. Folegan, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 5.117,3 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.322,7 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 116,6%. Stock yang ada saat ini sebanyak 115.521 dosis;
4. SG Glens, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 4.906,1 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.240,2 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 118,9%. Stock yang ada saat ini sebanyak 127.049 dosis;
5. SG Shoty, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 4.940,8 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.186,9 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 115,4%. Stock yang ada saat ini sebanyak 62.994 dosis;
6. SG Doming, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 5.290,3 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.417,8 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 122,0%. Stock yang ada saat ini sebanyak 115.369 dosis.
"Data di atas menunjukkan bahwa enam pejantan tersebut memiliki keunggulan dibandingkan pembandingnya dan ini menunjukkan bahwa pejantan yang ada di BBIB Singosari dan BIB Lembang memang layak dilepas menjadi pejantan unggul sapi perah di Indonesia," papar Nasrullah.
Rencana Kedepan
Nasrullah menyebut bahwa perjalanan Uji Zuriat sapi perah ini tidak lantas berhenti setelah melepaskan Flate, Flanggo, Folegan,SG Glens, SG Shoty dan SG Doming. Ia memastikan, Kementan akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan uji zuriat lanjutan yakni periode IV.
"Harapannya, agar tujuan dalam meningkatkan produktivitas sapi perah melalui peningkatan genetik dapat tercapai," ucapnya.
3. Folegan, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 5.117,3 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.322,7 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 116,6%. Stock yang ada saat ini sebanyak 115.521 dosis;
4. SG Glens, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 4.906,1 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.240,2 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 118,9%. Stock yang ada saat ini sebanyak 127.049 dosis;
5. SG Shoty, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 4.940,8 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.186,9 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 115,4%. Stock yang ada saat ini sebanyak 62.994 dosis;
6. SG Doming, memiliki nilai rata-rata produksi susu 305ME 5.290,3 kg/laktasi dan untuk pembanding sebesar 4.417,8 kg/laktasi, dengan nilai relative breeding value (RBV) 122,0%. Stock yang ada saat ini sebanyak 115.369 dosis.
"Data di atas menunjukkan bahwa enam pejantan tersebut memiliki keunggulan dibandingkan pembandingnya dan ini menunjukkan bahwa pejantan yang ada di BBIB Singosari dan BIB Lembang memang layak dilepas menjadi pejantan unggul sapi perah di Indonesia," papar Nasrullah.
Rencana Kedepan
Nasrullah menyebut bahwa perjalanan Uji Zuriat sapi perah ini tidak lantas berhenti setelah melepaskan Flate, Flanggo, Folegan,SG Glens, SG Shoty dan SG Doming. Ia memastikan, Kementan akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan uji zuriat lanjutan yakni periode IV.
"Harapannya, agar tujuan dalam meningkatkan produktivitas sapi perah melalui peningkatan genetik dapat tercapai," ucapnya.
Lihat Juga :