Edhy Prabowo Berkomitmen Selesaikan Masalah ABK Indonesia
Rabu, 13 Mei 2020 - 14:00 WIB
Edhy berkomitmen menyelesaikan permasalahan ABK ini dari hulu terlebih dahulu. KKP akan membangun komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyamakan persepsi. Sebab Kemenaker dan Kemenhub merupakan lembaga yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin bekerja kepada para ABK. (Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Kronologi Tewasnya ABK Indonesia di Kapal China)
Edhy mengungkapkan sebelum ramai kasus pelarungan dan ekspolitasi ABK Indonesia yang diberita media Korea Selatan, KKP bersama komisi IX DPR sudah membahas nasib ABK di kapal asing. Rapat pada 15 Februari 2020 itu menyepakati agar KKP, Kemenhub, dan Kemenaker menyusun upaya penyelesaian di sektor hulu.
Kemenko Marves pun sudah menindaklanjuti dengan meminta pemantapan program penyelesaian tersebut. Selama ini, ada empat jalur bagi warga Indonesia untuk menjadi ABK di kapal asing. Pertama, mereka direkrut dan disalurkan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Kedua, menggunakan izin dari Kemenhub.
Ketiga, mereka mengajukan izin bekerja ke pemerintah daerah. Terakhir, banyak para calon ABK yang menggunakan jalur ilegal. “Masalah utamanya bukan di hilir, tapi di hulu,” katanya.
Edhy mengungkapkan sebelum ramai kasus pelarungan dan ekspolitasi ABK Indonesia yang diberita media Korea Selatan, KKP bersama komisi IX DPR sudah membahas nasib ABK di kapal asing. Rapat pada 15 Februari 2020 itu menyepakati agar KKP, Kemenhub, dan Kemenaker menyusun upaya penyelesaian di sektor hulu.
Kemenko Marves pun sudah menindaklanjuti dengan meminta pemantapan program penyelesaian tersebut. Selama ini, ada empat jalur bagi warga Indonesia untuk menjadi ABK di kapal asing. Pertama, mereka direkrut dan disalurkan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Kedua, menggunakan izin dari Kemenhub.
Ketiga, mereka mengajukan izin bekerja ke pemerintah daerah. Terakhir, banyak para calon ABK yang menggunakan jalur ilegal. “Masalah utamanya bukan di hilir, tapi di hulu,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :