10 Tahun Kepemimpinan Wali Kota Risma, Urai Kemacetan dengan SITS hingga Perbanyak Bangun Jalan
Rabu, 16 Desember 2020 - 06:00 WIB
Menariknya, masyarakat juga bisa mengetahui traffic lalu lintas di Surabaya melalui SITS Streaming atau SITS CCTV Surabaya. Sehingga masyarakat dapat memilih alternatif rute agar terhindar dari kemacetan atau adanya genangan akibat hujan. “Nah, pada tahun 2017, Dishub bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, dengan merekam pelanggaran lalu lintas, parkir di jalan, dan bersepeda di trotoar. Ini terbukti sukses dengan adanya penurunan pelanggaran,” katanya.
Selanjutnya, sistem ini terus dikembangkan dengan adanya penambahan CCTV berbasis face recognition. Teknologi baru ini untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan Kota Surabaya, bahkan CCTV ini bisa membantu menangani berbagai masalah yang terjadi di jalan raya, seperti kecelakaan tabrak lari dan beberapa kejadian kriminal di jalanan. “Jadi, pelaku akan mudah diidentifikasi ketika tertangkap kamera, karena sistem di kamera ini juga terkoneksi dengan database kependudukan, sehingga pelaku dapat ditindak dengan cepat,” ujarnya.
Selain itu, selama 10 tahun terakhir ini, Pemkot Surabaya juga terus mendorong warga untuk menggunakan transportasi massal dibanding kendaraan pribadi. Akhirnya, lahirlah Suroboyo Bus dengan inovasinya membayar tarif dengan sampah botol plastik. Suroboyo Bus ini sudah melayani berbagai rute di Surabaya, sehingga semakin mempermudah warga untuk mengaksesnya. “Ini salah satu kebijakan Bu Wali untuk menarik perhatian warga Surabaya supaya beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Melalui cara ini, maka secara otomatis kita sudah mengurangi beban arus lalu lintas di Surabaya,” tegasnya.
Di sisi yang lain, berbagai pembangunan infrastruktur jalan terus dibangun selama masa kepemimpinan Wali Kota Risma. Tentu ini untuk memecah arus lalu lintas supaya tidak tertumpu di satu jalan saja, namun ada beberapa alternatif jalan yang bisa dilalui, sehingga kemacetan bisa terurai.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan selama 10 tahun kepemimpinan Wali Kota Risma, berbagai pembangunan jalan baru terus dilakukan dan jalan lama ditambah kapasitas atau lajurnya. Bahkan, di masa Wali Kota Risma berhasil merealisasikan berbagai pembangunan yang sudah ada sejak lama di master plan Surabaya, salah satunya Frontage Road Ahmad Yani sisi barat yang dimulai dari depan City of Tomorrow (Cito) hingga akhirnya tuntas di FR Wonokromo.
Selanjutnya, sistem ini terus dikembangkan dengan adanya penambahan CCTV berbasis face recognition. Teknologi baru ini untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan Kota Surabaya, bahkan CCTV ini bisa membantu menangani berbagai masalah yang terjadi di jalan raya, seperti kecelakaan tabrak lari dan beberapa kejadian kriminal di jalanan. “Jadi, pelaku akan mudah diidentifikasi ketika tertangkap kamera, karena sistem di kamera ini juga terkoneksi dengan database kependudukan, sehingga pelaku dapat ditindak dengan cepat,” ujarnya.
Selain itu, selama 10 tahun terakhir ini, Pemkot Surabaya juga terus mendorong warga untuk menggunakan transportasi massal dibanding kendaraan pribadi. Akhirnya, lahirlah Suroboyo Bus dengan inovasinya membayar tarif dengan sampah botol plastik. Suroboyo Bus ini sudah melayani berbagai rute di Surabaya, sehingga semakin mempermudah warga untuk mengaksesnya. “Ini salah satu kebijakan Bu Wali untuk menarik perhatian warga Surabaya supaya beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Melalui cara ini, maka secara otomatis kita sudah mengurangi beban arus lalu lintas di Surabaya,” tegasnya.
Di sisi yang lain, berbagai pembangunan infrastruktur jalan terus dibangun selama masa kepemimpinan Wali Kota Risma. Tentu ini untuk memecah arus lalu lintas supaya tidak tertumpu di satu jalan saja, namun ada beberapa alternatif jalan yang bisa dilalui, sehingga kemacetan bisa terurai.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan selama 10 tahun kepemimpinan Wali Kota Risma, berbagai pembangunan jalan baru terus dilakukan dan jalan lama ditambah kapasitas atau lajurnya. Bahkan, di masa Wali Kota Risma berhasil merealisasikan berbagai pembangunan yang sudah ada sejak lama di master plan Surabaya, salah satunya Frontage Road Ahmad Yani sisi barat yang dimulai dari depan City of Tomorrow (Cito) hingga akhirnya tuntas di FR Wonokromo.
Lihat Juga :