Risma-Sandi Masuk Kabinet, Menteri yang Disentil Jokowi Bisa Terpental

Selasa, 15 Desember 2020 - 08:52 WIB
Desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera merombak kabinet kerja jilid II semakin kencang berembus. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera merombak kabinet kerja jilid II semakin kencang berembus. Sebagian kalangan menilai pascadiciduknya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menjadi momen tepat untuk meresuffle kabinet. Bukan hanya mengganti menteri yang tertangkap KPK, tetapi juga meresuffle sejumlah menteri yang dinilai kurang bisa menerjemahkan visi misi presiden di periode kedua menjabat.

(Baca juga : Yakin Sandiaga Tolak Jadi Menteri, Arief Poyuono: Dia Beda dengan Prabowo )



Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai reshuffle kabinet sudah mendesak, setidaknya karena beberapa alasan, di antaranya soal kinerja menteri yang dinilai buruk dan tersangkutnya menteri kabinet dalam pusaran korupsi. "Kalau bicara urgensinya tentu reshuffle sudah sangat mendesak jika Pak Jokowi ingin bermanuver lebih kencang di sisa masa jabatannya," ujar Fadhli, saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Soal Jabatan Mensos, Jokowi Diyakini Ngobrol dengan Megawati)

Menurut analis sosial politik asal UIN Jakarta itu ada beberapa skema yang kemungkinan bisa dilakukan Jokowi dalam meresuffle kabinetnya. Mengganti, mencopot, merotasi dan mempertahankan. "Ya kalau menterinya dinilai bagus ya dipertahankan, kalau tidak bagus dicopot, kalau tidak cocok kemungkinan masih bisa dirotasi. Tetapi yang dua menteri terjerat korupsi harus diganti," terangnya. (Baca juga: Edhy dan Juliari Korupsi, Reshuffle Kabinet Diprediksi Bakal Dipercepat)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!