Ojol Diberi Cashback, Politikus Gerindra: Angkot dan Taksi Kok Enggak Dikasih

Kamis, 16 April 2020 - 18:40 WIB
Selain itu, sambung dia, akibat meningkatnya armada ojek online dan transportasi online, dari sisi neraca perdagangan luar negeri membuat impor terus meningkat di sektor otomotif karena sampai sekarang armada motor dan mobil itu masih impor. Sehingga, lagi-lagi yang diuntungkan pihak asing.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja mengeluarkan kebijakan bahwa ojol satu-satunya transportasi yang mendapatkan promo 'cashback' sebesar 50% untuk pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dengan menggunakan aplikasi.

Menurut Arief, ini juga merupakan kebijakan yang sangat tidak adil dan terlihat pengambil kebijakan tidak tahu benar mana saja yang mestinya diberikan subsidi BBM untuk menjalankan usahanya di saat pandemi Covid-19. "Kok cuma untuk ojol aja ya," ucapnya.

Padahal, lanjut Arief, banyak UKM dan moda transportasi lainnya yang masih membutuhkan subsidi BBM bagi kelangsungan usahanya selama pandemi Covid-19 . Misalnya, nelayan yang sulit mendapatkan BBM murah untuk mencari ikan justru tidak diberikan cashback BBM, lalu buruh yang sudah banyak akan dipotong gajinya akibat Covid-19 tak mendapatkan cashback.

"Lalu UKM makanan minuman yang mengunakan gas LPG dan BBM tidak mendapatkan cashback, kemudian angkot dan taksi kok enggak dikasih cashback," ungkap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!