Tahapan Pilkada Masih Panjang, Tetap Waspada Covid-19!
Kamis, 10 Desember 2020 - 07:35 WIB
“Kepatuhan terhadap protokol kesehatan di pilkada cukup tinggi, yakni di atas 90%. Ini laporan dari pemilih yang melaksanakan pilkada di mana perilaku menggunakan masker kepatuhannya di angka 96,59%. Menjaga jarak laporan yang kami terima kepatuhannya 91,46%,” ujarnya, saat konferensi pers, kemarin.
Dia mengungkapkan, di hari pencoblosan kemarin ada teguran yang diberikan kepada pemilih yang tidak menjalankan prokes, bahkan ada 128.094 pemilih yang diingatkan. Paling banyak teguran di Sumatera Utara, sempat juga di Bali yang setelah diingatkan berubah. (Baca juga: Mau Suntik Vaksin Covid-19, Lihat Dulu Daftar Harganya!)
Sementara dari data zona risiko daerah peserta pilkada terdapat 29 kabupaten/kota dengan risiko tinggi, 220 di risiko sedang, 56 risiko rendah, dan 4 pada zona hijau. “Setiap pekannya kita evaluasi. Kalau kita lihat, tidak ada perbedaan yang signifikan. Ini trennya (kasus Covid-19) sama antara pilkada dan nonpilkada,” tuturnya.
Ketua Satgas Tegur Kepala Daerah
Di tempat terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo juga mengaku sempat menegur sejumlah pejabat daerah. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya teguran terhadap kepatuhan prokes di sejumlah daerah penyelenggara pilkada.
“Kami melihat perkembangan dari seluruh provinsi. Ada provinsi dengan tingkat kepatuhan yang rendah dan peringatan yang diberikan petugas juga rendah sekali. Lantas, kami menghubungi pejabat terkait," katanya, dalam keterangan persnya, kemarin.
Dia berharap dengan teguran tersebut pemerintah daerah dapat langsung melakukan perbaikan. “Kita lihat datanya sudah masuk di kelompok 10 besar (pelanggaran prokes). Artinya apa? Kalau ada pemberitahuan, pasti akan ada perubahan. Dan, ini yang kita harapkan kerja sama antara pusat dan daerah berjalan baik. Ini semata-mata demi keselamatan bangsa kita,” ungkapnya. (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Rawat Pasien)
Dia mengungkapkan, di hari pencoblosan kemarin ada teguran yang diberikan kepada pemilih yang tidak menjalankan prokes, bahkan ada 128.094 pemilih yang diingatkan. Paling banyak teguran di Sumatera Utara, sempat juga di Bali yang setelah diingatkan berubah. (Baca juga: Mau Suntik Vaksin Covid-19, Lihat Dulu Daftar Harganya!)
Sementara dari data zona risiko daerah peserta pilkada terdapat 29 kabupaten/kota dengan risiko tinggi, 220 di risiko sedang, 56 risiko rendah, dan 4 pada zona hijau. “Setiap pekannya kita evaluasi. Kalau kita lihat, tidak ada perbedaan yang signifikan. Ini trennya (kasus Covid-19) sama antara pilkada dan nonpilkada,” tuturnya.
Ketua Satgas Tegur Kepala Daerah
Di tempat terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo juga mengaku sempat menegur sejumlah pejabat daerah. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya teguran terhadap kepatuhan prokes di sejumlah daerah penyelenggara pilkada.
“Kami melihat perkembangan dari seluruh provinsi. Ada provinsi dengan tingkat kepatuhan yang rendah dan peringatan yang diberikan petugas juga rendah sekali. Lantas, kami menghubungi pejabat terkait," katanya, dalam keterangan persnya, kemarin.
Dia berharap dengan teguran tersebut pemerintah daerah dapat langsung melakukan perbaikan. “Kita lihat datanya sudah masuk di kelompok 10 besar (pelanggaran prokes). Artinya apa? Kalau ada pemberitahuan, pasti akan ada perubahan. Dan, ini yang kita harapkan kerja sama antara pusat dan daerah berjalan baik. Ini semata-mata demi keselamatan bangsa kita,” ungkapnya. (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Rawat Pasien)
Lihat Juga :