Sebut Pilkada 2020 Berhasil, DPR Ingatkan Tugas Setelah Pemungutan Suara
Rabu, 09 Desember 2020 - 13:57 WIB
Terkait hasil pilkada serentak, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini meminta agar masyarakat sabar menunggu hasil resmi dari KPU, sehingga tidak memunculkan kegaduhan.
Lebih lanjut Azis juga meminta seluruh Paslon, menghormati proses penghitungan resmi oleh KPU serta perbedaan pendapat dapat di selesaikan melalui Bawaslu dan jalur Mahkamah Konstitusi (MK).
"Perbedaan pendapat dapat di selesaikan melalui jalur hukum, jangan ada yang melakukan pengerakan masa di saat pandemik kini. Jangan ada yang main hukum sendiri. Tolong hargai peran masyarakat dan pemerintah yang dengan susah payah telah berpartisipasi dalam masa pandemi Covid-19, ini tidak mudah," tegasnya.
Lebih dari itu, legislator Dapil Lampung ini juga mengharapkan KPU dan Bawaslu dapat mengakomodir keberatan para pihak sesui aturan yang ada dan bertindak secara jujur dan adil. Ia menilai, Penyelengara Pilkada harus lebih kreatif dan aktif di karenakan Pilkada serentak kali ini berbeda nuansa dengan umumnyadengan dibayang-bayangi Pandemi Covid-19.
"Ini konsekuensi logis atas situasi pandemik. Maka paska Pilkada serentak, KPU dan Bawaslu harus kreatif dan aktif dalam menyelesaikan segala persoalan dengan pertimbangan protokol kesehatan sehingga perbedaan pendapat tidak berdampak kepada mobilisasi masa. Aparatur keamanan juga harus tegas dan persuasif di saat yang sama," pungkas mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.
Lebih lanjut Azis juga meminta seluruh Paslon, menghormati proses penghitungan resmi oleh KPU serta perbedaan pendapat dapat di selesaikan melalui Bawaslu dan jalur Mahkamah Konstitusi (MK).
"Perbedaan pendapat dapat di selesaikan melalui jalur hukum, jangan ada yang melakukan pengerakan masa di saat pandemik kini. Jangan ada yang main hukum sendiri. Tolong hargai peran masyarakat dan pemerintah yang dengan susah payah telah berpartisipasi dalam masa pandemi Covid-19, ini tidak mudah," tegasnya.
Lebih dari itu, legislator Dapil Lampung ini juga mengharapkan KPU dan Bawaslu dapat mengakomodir keberatan para pihak sesui aturan yang ada dan bertindak secara jujur dan adil. Ia menilai, Penyelengara Pilkada harus lebih kreatif dan aktif di karenakan Pilkada serentak kali ini berbeda nuansa dengan umumnyadengan dibayang-bayangi Pandemi Covid-19.
"Ini konsekuensi logis atas situasi pandemik. Maka paska Pilkada serentak, KPU dan Bawaslu harus kreatif dan aktif dalam menyelesaikan segala persoalan dengan pertimbangan protokol kesehatan sehingga perbedaan pendapat tidak berdampak kepada mobilisasi masa. Aparatur keamanan juga harus tegas dan persuasif di saat yang sama," pungkas mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.
(maf)
Lihat Juga :