Jumlah Positif Corona Diprediksi Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Selasa, 12 Mei 2020 - 21:12 WIB
"Ini tidak ada hubungan langsung, testing dengan yang di rumah sakit. Yang kita jaga justru yang meninggal ini karena secara statistik yang meninggal 6-7% yang kritis dari semua yang positif," terangnya. (Baca juga: Achmad Yurianto: Kita Tidak Bisa Secara Arogan Melawan Covid-19 ).

Menurut Dody, sekarang ini ada 12 RS di Jabodetabek yang terkendali karena jumlah pasien Covid-19-nya mulai menurun. Untuk itu, selain pihaknya terus meningkatkan kemampuan testing, Gugus Tugas juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk meningkatkan kapasitas RS di daerah yang saat ini tengah berlangsung.

"Ada yang direnovasi baru, ada yang menyiapkan rumah sakit darurat dari gedung-gedung, hotel ataupun tempat yang tidak dipakai. Di Surabaya, Bu Khofifah meningkatkan kapasitas Rumah Sakit Klawen untuk ditingkatkan," jelas Dody.

Karena itu, Dody menuturkan, setelah selesai dilakukan testing, akhir Mei atau awal Juni Indonesia sudah bisa mencapai puncak pandeminya. Namun, ini semua tergantung partisipasi publik untuk bersama-sama melakukan testing.

"Kalau semua bersama-sama melakukan testing ini kurva puncak bisa di awal bulan Juni itu. Kita juga harus siap dengan kapasitas rumah sakit. Kalau puncak bisa dicapai mudah-mudahan bisa melambat," harapnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!