Pemuda Muhammadiyah Pertanyakan Sistem Negara Tauhid ala Habib Rizieq

Sabtu, 05 Desember 2020 - 08:11 WIB
Bagi Pemuda Muhammadiyah, negara Pancasila merupakan Kontekstualisasi dari konsep kenegaraan dalam Islam. Dalam Islam konsep kenegaraan tidak diatur secara terperinci, hanya mengatur prinsip-prinsip umum, seperti amanah, musayawarah, keadilan, perlindungan HAM, dan ketaatan rakyat kepada Pemerintah.

"Maka kemudian, tugas para ahli melakukan ijtihad dan hasil ijtihad itulah menjadi hukum-hukum yang harus dijalankan oleh pemimpin negara," katanya.

Di sisi lain, konstitusi jelas mengatakan bahwa negara kita adalah yang berbasis pada Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dalam tafsir Islam disebut dengan tauhid. Jadi, agak membingungkan ketika Habib Rizieq mengajak orang berhijrah ke negara yang berbasis tauhid. (Baca juga: Perisai Tauhid Jadi Logo Partai Ummat, Ini Penjelasan Amien Rais )

Razikin menganggap, Indonesia menjamin kebebasan bagi rakyat untuk menjalankan agamanya masing-masing. Negara Indonesia tidak memisahkan agama dari kehidupan politik. Karena itu negara tidak memberikan ruang bagi kepada komunisme.

"Bukti tidak ada pemisahan agama dari negara, negara mengatur masalah-masalah keagamaan. Sistem negara kita ini yang paling ideal, lalu kemudian dalam implementasinya ada berbagai problem, mari kita perbaiki bersama," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!