Lima Srikandi Ini Dikukuhkan Menjadi Profesor Riset

Jum'at, 04 Desember 2020 - 11:21 WIB
Kemudian topik orasi "Pengembangan Parameter Standar Simplisia Untuk Menjamin Mutu dan Keamanan Obat Tradisional" disampaikan oleh Yuli. Dijelaskan olehnya menjamin mutu dan keamanan obat tradisional sangat penting untuk otentifikasi simplisia dalam mencegah praktik pemalsuan bahan baku obat tradisional di masyarakat. Pengembangan parameter standar simplisia dapat menjadi acuan bagi industri obat tradisional dan memicu industri bahan baku obat tradisional.

Terakhir, orasi disampaikan oleh Indirawati dengan topik "Percepatan Pengendalian Masalah Status Kesehatan Gigi Mulut Melalui Pendekatan Individu Dan Kontekstual". Indirawati menegaskan upaya promotive dan preventif dalam kesehatan gigi mulut harus diutamakan sesuai dengan standar WHO. Upaya ini sudah terbukti jauh lebih cost effective dan diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit sistemik yang bermanifestasi pada rongga mulut.

"Sekali lagi saya mengapresiasi atas orasi kelima Profesor Riset hari ini sebagai salah satu pembuktian konsistensi, komitmen, kerja keras dan karya nyata dari SDM Kementerian Kesehatan," tutur Oscar.

Yang lebih membanggakan lagi, kata Oscar, kelima profesor yang dikukuhkan adalah wanita. "Di tengah multiperan sebagai pendamping pasangan, ibu dan pekerja mampu mencapai gelar tertinggi dalam karier peneliti," ujarnya.

Menutup sambutannya, Oscar berharap pengukuhan tersebut memacu semangat serta motivasi bagi peneliti lain di Kementerian Kesehatan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan kesehatan serta memberikan karya terbaiknya bagi bangsa, negara serta masyarakat.

"Saya berharap para Profesor Riset dapat lebih berperan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yunior, baik dalam hal kepakaran maupun dalam pengembangan jati diri, integritas serta profesionalisme mereka," kata Oscar.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!