Vinyl #20DetikCuciCorona Diserahkan, Agar Masyarakat Tak Terabaikan
Kamis, 03 Desember 2020 - 14:12 WIB
Sejak awal Pandemi, Gerakan #20DetikCuciCorona mengajak musisi Indonesia untuk mendonasikan lagu berdurasi 20 detik untuk menemani masyarakat cuci tangan tanpa berhitung
JAKARTA - Sejak awal Pandemi, Gerakan #20DetikCuciCorona mengajak musisi Indonesia untuk mendonasikan lagu berdurasi 20 detik untuk menemani masyarakat cuci tangan tanpa berhitung guna mencegah penularan virus Covid-19.
Sebanyak 70 lagu hasil karya mereka dikumpulkan dalam playlist di beberapa platform digital dan diputar masyarakat. Bulan ini (Desember 2020) seluruh karya kemudian dikonversi ke dalam piringan hitam (vinyl) yang diserahkan secara simbolis kepada Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, para tokoh budaya seperti Rhoma Irama dan beberapa museum di Indonesia, dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara online melalui platform Zoom pada Rabu (2/12/2020).
Semua dilakukan agar niat baik dari anak bangsa untuk mengedukasi publik secara sederhana dan menyenangkan ini, dapat diteruskan. Gerakan ini memilih menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia lewat musik karena tujuannya menjadi lebih tersampaikan.
“Salah satu cara mengedukasi masyarakat Indonesia adalah dengan menyentuh rasa mereka. Salah satunya lewat musik,” ujar Dhani Hargo, salah satu inisiator gerakan #20DetikCuciCorona dalam konferensi pers.
Menurutnya, komunikasi lewat musik lebih efektif untuk masyarakat Indonesia. Komunikasi lewat musik membuat pesan-pesan rumit menjadi lebih sederhana, membumi dan menyenangkan.
Hal ini pun dibenarkan oleh perwakilan dari Irama Nusantara, Renovan Reza. Dia mengatakan bahwa musik pasti ada di mana-mana. Musik merupakan media paling efektif untuk sosialisasi kepada masyarakat karena bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.
Sebanyak 70 lagu hasil karya mereka dikumpulkan dalam playlist di beberapa platform digital dan diputar masyarakat. Bulan ini (Desember 2020) seluruh karya kemudian dikonversi ke dalam piringan hitam (vinyl) yang diserahkan secara simbolis kepada Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, para tokoh budaya seperti Rhoma Irama dan beberapa museum di Indonesia, dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara online melalui platform Zoom pada Rabu (2/12/2020).
Semua dilakukan agar niat baik dari anak bangsa untuk mengedukasi publik secara sederhana dan menyenangkan ini, dapat diteruskan. Gerakan ini memilih menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia lewat musik karena tujuannya menjadi lebih tersampaikan.
“Salah satu cara mengedukasi masyarakat Indonesia adalah dengan menyentuh rasa mereka. Salah satunya lewat musik,” ujar Dhani Hargo, salah satu inisiator gerakan #20DetikCuciCorona dalam konferensi pers.
Menurutnya, komunikasi lewat musik lebih efektif untuk masyarakat Indonesia. Komunikasi lewat musik membuat pesan-pesan rumit menjadi lebih sederhana, membumi dan menyenangkan.
Hal ini pun dibenarkan oleh perwakilan dari Irama Nusantara, Renovan Reza. Dia mengatakan bahwa musik pasti ada di mana-mana. Musik merupakan media paling efektif untuk sosialisasi kepada masyarakat karena bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.
Lihat Juga :