Kasus COVID-19 Terus Meningkat, DPR Minta Dievaluasi Total

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:20 WIB
Ketua Umum PP Fatayat NU yang pernah bergiat di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini mencontohkan, banyak ditemui kasus orang meninggal bukan karena virus corona, tapi menggunakan protokol COVID-19. "Kasus-kasus malpraktik yang makin sering terjadi itu sepertinya karena rumah sakit sekadar ingin mengambil anggaran COVID-19. Ini harus dirapikan betul. Rumah sakit nakal seperti itu harus disanksi tegas agar tidak bermain-main dengan anggaran negara," tuturnya.

Menurut Anggia, praktik nakal yang memanfaatkan momentum pandemi demikian, tentu sangat tidak bertanggung jawab dari sisi medis dan akuntabilitas publiknya. "Seolah-olah lembaga pelayanan kesehatan sedang menari-nari di atas penderitaan masyarakat. Itu tidak boleh terjadi," ujarnya.

Anggia meminta agar evaluasi penanganan pandemi menitikberatkan pada aspek perapian database pasien COVID-19 antara data pemerintah pusat dan pemda yang sering tidak sinkron, diagnosa ketat pasien meninggal terkategori COVID-19, serta evaluasi peruntukan alokasi budget.

"Evaluasinya jangan setengah-setengah. Harus total, komprehensif, holistik, meliputi semua aspek, dan melibatkan semua stakeholder. Rantai komando yang tidak jalan harus tegas dipangkas, daripada mengganggu kinerja secara keseluruhan," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!