DPR Tunggu Gebrakan Dirjen PAS
Senin, 11 Mei 2020 - 18:51 WIB
Gebrakan dan inovasi dari Dirjen Pemasyarakatan (PAS) yang baru, Irjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga ditunggu Komisi III DPR. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Gebrakan dan inovasi dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan (PAS) yang baru, Irjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga ditunggu Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengaku menaruh ekspetasi yang besar kepada Reynhard Saut Poltak Silitonga.
Herman mengatakan bahwa masalah pada lembaga pemasyarakatan (Lapas) merupakan masalah klasik yang tidak kunjung selesai. "Sebagai Dirjen Lapas pertama yang memiliki latar belakang sebagai penegak hukum, Komisi III tentunya memiliki ekspektasi besar terhadap kinerja Anda ke depan. Kami akan menunggu gebrakan dan inovasi dari Saudara," kata Herman dalam rapat dengar pendapat virtual antara Komisi III DPR dengan Dirjen Pemasyarakatan, Irjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga, Senin (11/05/2020).
Di sisi lain, terkait kebijakan pengeluaran narapidana atau tahanan, dia meminta masyarakat tidak langsung menunjuk narapidana asimilasi sebagai penyebab semua kejahatan yang terjadi di Indonesia saat ini.
"Saya harap masyarakat tidak langsung termakan oleh berita provokatif yang disebarkan di media sosial. Sudah ada bukti beberapa kejadian yang disebut dilakukan oleh narapidana asimilasi, namun ternyata tidak benar," ujarnya yang sudah duduk selama empat periode di Komisi III DPR RI ini.
Herman mengatakan bahwa masalah pada lembaga pemasyarakatan (Lapas) merupakan masalah klasik yang tidak kunjung selesai. "Sebagai Dirjen Lapas pertama yang memiliki latar belakang sebagai penegak hukum, Komisi III tentunya memiliki ekspektasi besar terhadap kinerja Anda ke depan. Kami akan menunggu gebrakan dan inovasi dari Saudara," kata Herman dalam rapat dengar pendapat virtual antara Komisi III DPR dengan Dirjen Pemasyarakatan, Irjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga, Senin (11/05/2020).
Di sisi lain, terkait kebijakan pengeluaran narapidana atau tahanan, dia meminta masyarakat tidak langsung menunjuk narapidana asimilasi sebagai penyebab semua kejahatan yang terjadi di Indonesia saat ini.
"Saya harap masyarakat tidak langsung termakan oleh berita provokatif yang disebarkan di media sosial. Sudah ada bukti beberapa kejadian yang disebut dilakukan oleh narapidana asimilasi, namun ternyata tidak benar," ujarnya yang sudah duduk selama empat periode di Komisi III DPR RI ini.
Lihat Juga :