Susi Pudjiastuti Sedih Benih Lobster di Ekspor ke Luar Negeri

Kamis, 26 November 2020 - 12:34 WIB
Padahal, kata Susi, dengan membiarkan lobster besar di laut akan memberi nilai tambah berkali lipat untuk para nelayan dan negara sendiri. Mengirim benur bahkan anakan lobster akan membuat negara kehilangan peluang keuntungan ekonomi yang lebih besar. “Sampai kapanpun biar aja lobster besar di laut, kita menangkap yang besar. Karena kalau besar harga jualnya akan lebih mahal, iya puluhan kali,” kata Susi. (Baca juga: Apresiasi Kinerja KPK, Fadli Zon: Moga Bisa Temukan Harun Masiku)



Saat ditanya pilihan mana yang lebih baik apabila lobster dibudidayakan dengan bantuan berbagai teknologi ketimbang dilepas di habitat aslinya di laut, Susi dengan tegas menjawab. “Saya pikir Tuhan membudidayakan di laut lebih baik daripada manusia. Saya tetap setuju Tuhan yang membudidayakan di laut dan manusia mengambil pada saat besar, itu saja. Lobster itu sebaiknya besar di laut, karena laut lebih baik untuk lobster,” kata Susi.

Ketegasan Susi melarang ekspor benur mengingatkan keberhasilan Kementerian KKP menyelamatkan 389.591 benih lobster dari upaya penyelundupan, bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, pada 2018 silam. “Jika berhasil diloloskan, kita bisa rugi Rp58,4 miliar. Saya sangat prihatin bila masyarakat harus menjual bibit seharga Rp3.000 per ekor ke pengepul, sementara kita bisa menghasilkan nilai lebih ketika menunggu lobster menjadi lebih besar,” ujar Susi saat itu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!