Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat
Rabu, 25 November 2020 - 08:11 WIB
“Laporan KIPI hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin dan ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan,” tuturnya.
Endah menyebutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi adalah reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, manfaat vaksin jauh lebih besar.
“Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin,” ungkapnya.
Pada intinya, tidak ada pemerintah yang mau mengorbankan warga negaranya. Semua negara, negara maju maupun negara berkembang, membuat vaksin. Sebenarnya negara sudah menjamin keamanan vaksin. Bahkan negara tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya.
“Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak, tapi juga orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif dan untuk anak-anak kita vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik,” ucap Endah. (Baca juga: Ini Masa Paling Menular dari Virus Corona Covid-19)
Lebih jauh, anggota Yayasan Orang Tua Peduli ini menyatakan vaksin terbukti mengeradikasi beberapa penyakit infeksi. Endah pun mengungkapkan berbagai infeksi yang sudah dikenal dari sejak zaman dulu dan bisa menimbulkan banyak masalah, baik dari kecacatan maupun kematian. Salah satu contohnya polio.
“Ini menimbulkan kecacatan. Jadi pincang, bahkan sebagian bisa meninggal ya. Zaman saya dulu ada yang masih pincang seperti ini. Meskipun untuk zaman sekarang alhamdulillah kita sudah berhasil mengeradikasi polio sehingga kita tidak, jarang sekali, menemukan kasus-kasus seperti ini lagi,” ujarnya.
Vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran pandemi. Masyarakat diminta yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dulu mendapat izin penggunaan dari BPOM, setelah sebelumnya melalui berbagai proses penelitian panjang.
Endah menyebutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi adalah reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, manfaat vaksin jauh lebih besar.
“Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin,” ungkapnya.
Pada intinya, tidak ada pemerintah yang mau mengorbankan warga negaranya. Semua negara, negara maju maupun negara berkembang, membuat vaksin. Sebenarnya negara sudah menjamin keamanan vaksin. Bahkan negara tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya.
“Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak, tapi juga orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif dan untuk anak-anak kita vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik,” ucap Endah. (Baca juga: Ini Masa Paling Menular dari Virus Corona Covid-19)
Lebih jauh, anggota Yayasan Orang Tua Peduli ini menyatakan vaksin terbukti mengeradikasi beberapa penyakit infeksi. Endah pun mengungkapkan berbagai infeksi yang sudah dikenal dari sejak zaman dulu dan bisa menimbulkan banyak masalah, baik dari kecacatan maupun kematian. Salah satu contohnya polio.
“Ini menimbulkan kecacatan. Jadi pincang, bahkan sebagian bisa meninggal ya. Zaman saya dulu ada yang masih pincang seperti ini. Meskipun untuk zaman sekarang alhamdulillah kita sudah berhasil mengeradikasi polio sehingga kita tidak, jarang sekali, menemukan kasus-kasus seperti ini lagi,” ujarnya.
Vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran pandemi. Masyarakat diminta yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dulu mendapat izin penggunaan dari BPOM, setelah sebelumnya melalui berbagai proses penelitian panjang.
Lihat Juga :