Megawati Beri Konsep Gotong Royong Berskala Dunia di China
Minggu, 22 November 2020 - 04:36 WIB
Presiden ke-5 RI tersebut menilai Tiongkok dapat menanggulangi dampak penyebaran Covid-19 ini pada bidang sosial dan ekonomi secara efektif. Megawati Soekarnoputri berpandangan, bahwa itu semua tidak terlepas dari pandangan Presiden Xi Jinping dalam menetapkan kerangka Hubungan Internasional, yakni “a community with shared future for mankind”.
“Tiongkok memiliki kerangka Hubungan Internasional berupa “a community with shared future for mankind”. Di Indonesia sendiri, kami memiliki kearifan lokal yang disebut “gotongroyong” yang merupakan intisari dari ideologi bangsa kami yakni Pancasila,” tambah Megawati Soekarnoputri. (Baca juga: BPIP Rampungkan Kajian, Analisis dan Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan )
Oleh karena itu, di masa pandemi global ini, pihaknya menginginkan agar masyarakat dunia melakukan kerja sama Internasional yang sebaik-baiknya. Untuk itu, Presiden ke-5 RI ini mengajak seluruh bangsa-bangsa di dunia agar saling bergotong-royong, menghentikan pertikaian apalagi peperangan antar bangsa, dan mulai menata peradaban dunia baru setelah pandemi Covid-19 ini.
Mengakhiri pidato sambutan pada kesempatan itu, Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan berkeyakinan bahwa inilah saatnya bagi dunia untuk saling bergandengan-tangan menuju masa depan yang lebih baik. Inilah saat yang tepat untuk mengakhiri segala bentuk provokasi, konflik, dan permusuhan.
“Dunia dituntut untuk mengembangkan pola penyelesaian konflik yang lebih beradab dan mendorong kompetisi yang sehat, menghadirkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Terlebih lagi, dunia perlu bergotong-royong membentuk suatu masyarakat baru yang menjadi cita-cita bersama paska pandemi global ini. Saya sangat yakin bahwa hampir semua masyarakat dunia merindukan hadirnya suatu tatanan dunia yang di dalamnya tercipta suatu perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan sosial,” pungkasnya.
“Tiongkok memiliki kerangka Hubungan Internasional berupa “a community with shared future for mankind”. Di Indonesia sendiri, kami memiliki kearifan lokal yang disebut “gotongroyong” yang merupakan intisari dari ideologi bangsa kami yakni Pancasila,” tambah Megawati Soekarnoputri. (Baca juga: BPIP Rampungkan Kajian, Analisis dan Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan )
Oleh karena itu, di masa pandemi global ini, pihaknya menginginkan agar masyarakat dunia melakukan kerja sama Internasional yang sebaik-baiknya. Untuk itu, Presiden ke-5 RI ini mengajak seluruh bangsa-bangsa di dunia agar saling bergotong-royong, menghentikan pertikaian apalagi peperangan antar bangsa, dan mulai menata peradaban dunia baru setelah pandemi Covid-19 ini.
Mengakhiri pidato sambutan pada kesempatan itu, Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan berkeyakinan bahwa inilah saatnya bagi dunia untuk saling bergandengan-tangan menuju masa depan yang lebih baik. Inilah saat yang tepat untuk mengakhiri segala bentuk provokasi, konflik, dan permusuhan.
“Dunia dituntut untuk mengembangkan pola penyelesaian konflik yang lebih beradab dan mendorong kompetisi yang sehat, menghadirkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Terlebih lagi, dunia perlu bergotong-royong membentuk suatu masyarakat baru yang menjadi cita-cita bersama paska pandemi global ini. Saya sangat yakin bahwa hampir semua masyarakat dunia merindukan hadirnya suatu tatanan dunia yang di dalamnya tercipta suatu perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan sosial,” pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :