FIM PII Semangati Para Insinyur Terus Berinovasi di tengah Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 10:45 WIB
Selain itu, sambung dia, mengajak seluruh insinyur muda dapat berperan aktif di organisasi PII melalui FIM PII, menyosialisasikan program kerja keprofesian insinyur yang ada di PII, dan menjadi wadah untuk memaksimalkan potensi seluruh insinyur muda yang ada di Indonesia.
"Pembangunan Indonesia sangat membutuhkan insinyur, karena sesuai data 5 tahun kebelakang, Indonesia masih kekurangan insinyur. Total dari tahun 2015-2019, Indonesia kekurangan 120.000 insinyur," tuturnya.Baca juga: Gubernur Siap Jadi Orang Pertama di Sulsel yang Disuntik Vaksin COVID-19 )
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Indonesia Marzan Aziz Iskandar yang merupakan tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pelantikan FIM PII Banten dalam mengatakan, Indonesia baru saja beranjak dari negara dengan masyarakat berpendapatan menengah ke bawah naik kelas menjadi negara dengan masyarakat berpendapatan menengah ke atas, yakni berkisar USD4000-USD12.000.(Baca juga: Wapres: Simulasi Vaksinasi Covid-19 Bakal Dilakukan di Berbagai Daerah )
Indonesia saat ini pendapatannya sekitar USD4.000, sehingga untuk meningkatkan pendapatan Negara harus mengubah dari sistem efisiensi driven economy menjadi inovasi driven economy.
"Pembangunannya bukan lagi didasarkan pada kekayaan sumber daya alam melainkan didasarkan pada actor intellectual kemampuan mengembangkan produk baru dan disinilah peran insinyur dalam membangun negara," tuturnya.
"Pembangunan Indonesia sangat membutuhkan insinyur, karena sesuai data 5 tahun kebelakang, Indonesia masih kekurangan insinyur. Total dari tahun 2015-2019, Indonesia kekurangan 120.000 insinyur," tuturnya.Baca juga: Gubernur Siap Jadi Orang Pertama di Sulsel yang Disuntik Vaksin COVID-19 )
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Indonesia Marzan Aziz Iskandar yang merupakan tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pelantikan FIM PII Banten dalam mengatakan, Indonesia baru saja beranjak dari negara dengan masyarakat berpendapatan menengah ke bawah naik kelas menjadi negara dengan masyarakat berpendapatan menengah ke atas, yakni berkisar USD4000-USD12.000.(Baca juga: Wapres: Simulasi Vaksinasi Covid-19 Bakal Dilakukan di Berbagai Daerah )
Indonesia saat ini pendapatannya sekitar USD4.000, sehingga untuk meningkatkan pendapatan Negara harus mengubah dari sistem efisiensi driven economy menjadi inovasi driven economy.
"Pembangunannya bukan lagi didasarkan pada kekayaan sumber daya alam melainkan didasarkan pada actor intellectual kemampuan mengembangkan produk baru dan disinilah peran insinyur dalam membangun negara," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :