Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim

Minggu, 15 November 2020 - 07:51 WIB
Aspek pertahanan negara dinilai menjadi sektor utama dalam menentukan kedigdayaan suatu bangsa di mata dunia. Foto ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Aspek pertahanan negara dinilai menjadi sektor utama dalam menentukan kedigdayaan suatu bangsa di mata dunia. Sejumlah mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) menilai perlunya mengevaluasi secara terus-menerus pertahanan negara dari berbagai aspek. Sebab, ancaman terhadap kedaulatan sebuah negara, termasuk Indonesia, merupakan hal nyata.

Mahasiswa Doktoral Unhan Laksamana Pertama Suharto mengingatkan pentingnya karakter bangsa maritim. Sejak awal, pendiri bangsa telah menggariskan bahwa Indonesia adalah bangsa maritim, hal itu didukung pula dengan letak geografis Indonesia. Menurutnya, generasi muda penting untuk dikenalkan secara masif kepada laut. "Harapan kita, karena kita sudah mengatakan kita negara maritim, ya, kita harus memberikan banyak kesempatan kepada generasi muda untuk ke laut. Gimana caranya, ya, kapalnya ditambah," kata Suharto saat kunjungan mahasiswa doktoral Unhan ke KRI Makassar yang tengah bersandar di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 14 November 2020. (Baca juga: Tinjau KRI Makassar, Hasto dan Mahasiswa Unhan Dukung Konsolidasi Industri Pertahanan Nasional)



Suharto menjelaskan, sebagai mantan komandan kapal layar laut, salah satunya Dewa Ruci, yang paling penting bagi Indonesia adalah di laut. Sebab, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil. "Kapal layar itu di laut outbone paling bagus, kerja sama hidup bersama dan di laut itu kan penuh ketidakpastian, di situlah semangat bagaimana orang hidup. Apalagi kalau di laut melihat bagaimana nelayan hidup kalau kita berbicara maritim tetapi tidak pernah ke laut tidak bisa merasakan, ternyata di laut itu enak. Hanya bayangan saja," tutur Suharto. (Baca juga: Puan Maharani: Butuh Sistem Pertahanan Semesta yang Kuat dan Andal)

Sementara itu, Marsekal Pertama Penny Radjendra mengatakan, dua pertiga luas wilayah Indonesia merupakan lautan. Karena itu, butuh pengembangan penguatan pertahanan ke depan yang lebih komprehensif. Dia juga memandang pemerintahan Joko Widodo sudah memiliki program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang relevan dengan pengembangan kekuatan di perairan. "Pengembangan paling penting adalah penguatan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan alutsista terkait dalam pengamanan wilayah," kata dia. (Baca juga: Hadapi Kompleksitas Ancaman Keamanan, Pasukan Khusus Perlu Dioptimalkan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!