Sebanyak 83.028 Desa di Indonesia Telah Dialiri Listrik
Jum'at, 13 November 2020 - 20:42 WIB
Sementara untuk menyiasati kontraksi permintaan batu bara ABM mengembangkan model bisnis melalui sinergi anak usahanya yang terintegrasi mulai dari pertambangan, transportasi, perawatan alat berat hingga penyediaan bahan bakar. Proses produksi yang efisien tersebut menjadi strategi kunci ABM untuk menjaga kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19.
"Kami akan terus meningkatkan penerapan mining value chain, dengan melaksanakan sinergi antar anak usaha dan fokus ke pengoptimalan produtivitas anak perusahaan, dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi tahun ini," ujar Direktur Utama ABM Investama, Andi Djajanegara.
ABM terus memacu pertumbuhan yang sehat dari seluruh entitas anak usahanya, seperti menambah kontrak pertambangan melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK), meningkatkan volume produksi batu bara melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), serta meningkatkan cadangan batubara dengan menambah masa konsesi.
Hal yang sama juga dilakukan PT Bukit Asam (Persero) dengan menggandeng PT Pelindo II untuk mengangkut hasil produksi batu baranya. Selain itu, Bukit Asam juga menyiapkan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah batu bara. Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi di 2025. Proyek hilirisasi ini juga sebagai bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.
"Kami akan terus meningkatkan penerapan mining value chain, dengan melaksanakan sinergi antar anak usaha dan fokus ke pengoptimalan produtivitas anak perusahaan, dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi tahun ini," ujar Direktur Utama ABM Investama, Andi Djajanegara.
ABM terus memacu pertumbuhan yang sehat dari seluruh entitas anak usahanya, seperti menambah kontrak pertambangan melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK), meningkatkan volume produksi batu bara melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), serta meningkatkan cadangan batubara dengan menambah masa konsesi.
Hal yang sama juga dilakukan PT Bukit Asam (Persero) dengan menggandeng PT Pelindo II untuk mengangkut hasil produksi batu baranya. Selain itu, Bukit Asam juga menyiapkan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah batu bara. Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi di 2025. Proyek hilirisasi ini juga sebagai bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.
(cip)
Lihat Juga :