Sebanyak 83.028 Desa di Indonesia Telah Dialiri Listrik

Jum'at, 13 November 2020 - 20:42 WIB
loading...
Sebanyak 83.028 Desa...
Jumlah desa di Indonesia yang telah teraliri listrik terus bertambah. Hingga September 2020 tercatat sudah 83.028 desa berlistrik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT PLN Persero terus mendorong hadirnya listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hingga September 2020, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,15%, tumbuh sebesar 11% dibandingkan 2015 yang nilainya 88,3%.

“Selama 75 tahun, PLN terus bekerja keras, menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan energi berkeadilan, menghadirkan terang untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: Janji Pemerintah: Semua Desa Akan Dialiri Listrik dan Akses Internet)

Pertumbuhan rasio elektrifikasi dari tahun ke tahun juga meningkat, sejalan dengan peningkatan jumlah desa yang terlistriki oleh PLN. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 12.000 desa berhasil dilistriki. Pada 2015, jumlah desa berlistrik baru sebesar 70.391, meningkat menjadi 83.028 desa berlistrik pada September 2020. (Baca juga: 11 Desa Dialiri Listrik, Elektripikasi Riau 99,41 Persen)

Dari sisi sumber energi, PLTU batu bara diperkirakan masih tetap mendominasi pembangkit listrik di Indonesia dengan pangsa mencapai 45% pada 2018 dan akan menjadi 50% pada 2050. Di sisi lain, kebutuhan batu bara untuk sektor industri juga cukup tinggi. Batu bara sangat diperlukan untuk sektor industri di bidang pengolahan semen, kertas, dan tekstil. Pertumbuhan konsumsi batu bara untuk sektor industri diperkirakan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan konsumsi rata-rata 3,3% per tahun. (Baca juga: Desa Puppuring di Polman Akhirnya Dialiri Listrik 24 Jam)

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan secara umum serapan domestik pada paruh pertama tahun ini cukup terimbas dampak pandemi Covid-19. APBI memproyeksikan serapan batu bara domestik tahun ini bisa mencapai 120 juta ton atau lebih rendah dari target Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan Kementerian ESDM sebanyak 155 juta ton.

Mengantisipasi tetap tingginya kebutuhan batu bara tersebut, perusahaan energi terintegrasi PT ABM Investama Tbk (ABM) sebagai salah satu produsen batu bara nasional memberikan dukungan optimal untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. ABM juga terus berkomitmen mendukung penyediaan energi kepada PLN dalam memenuhi ketersediaan listrik bagi masyarakat.

Sementara untuk menyiasati kontraksi permintaan batu bara ABM mengembangkan model bisnis melalui sinergi anak usahanya yang terintegrasi mulai dari pertambangan, transportasi, perawatan alat berat hingga penyediaan bahan bakar. Proses produksi yang efisien tersebut menjadi strategi kunci ABM untuk menjaga kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami akan terus meningkatkan penerapan mining value chain, dengan melaksanakan sinergi antar anak usaha dan fokus ke pengoptimalan produtivitas anak perusahaan, dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi tahun ini," ujar Direktur Utama ABM Investama, Andi Djajanegara.

ABM terus memacu pertumbuhan yang sehat dari seluruh entitas anak usahanya, seperti menambah kontrak pertambangan melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK), meningkatkan volume produksi batu bara melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), serta meningkatkan cadangan batubara dengan menambah masa konsesi.

Hal yang sama juga dilakukan PT Bukit Asam (Persero) dengan menggandeng PT Pelindo II untuk mengangkut hasil produksi batu baranya. Selain itu, Bukit Asam juga menyiapkan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah batu bara. Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi di 2025. Proyek hilirisasi ini juga sebagai bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved