Indonesia Harus Ambil Manfaat Siapa pun Pemenang Pilpres AS

Kamis, 05 November 2020 - 07:43 WIB
Trump menggaungkan slogan "Aggressive Nationalism abroad, jobs at home". Proyeksinya, politik Luar AS akan tetap seperti sekarang, memfokuskan hubungan bilateral. Sementara ketegangan dengan beberapa negara seperti China, Korut, Rusia dan Iran akan terus berjalan. Bahkan, mungkin akan terus tereskalasi yang belum diketahui kapan berakhirnya.

“Kaitan hubungannya dengan RI, saya kira akan tetap seperti sekarang ini. Kecuali, kalau Indonesia terseret ke dalam pelukan China. Jika itu yang terjadi, Indonesia kemungkinan besar akan dimasukkan ke dalam blok yang akan dihambat oleh Trump baik secara politik maupun ekonomi,” tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

(Baca: Hasil Electoral Votes Pilpres AS: Biden 264, Trump 214)

Sementara itu, Biden memiliki slogan “to restore dignified leadership at home and respected leadership on world state". Wakil Presiden era Barack Obama itu kemungkinan akan berusaha mengembalikan peran AS sebagai negara super power dunia seperti sebelum Trump dan cenderung pada multilateralisme.

“Pendekatannya mungkin akan menirukan Obama yang cenderung lebih kalem. Di sisi lain, secara tradisi pemerintahan Demokrat akan cenderung mengusung isu-isu demokrasi, iklim, dan HAM. Hal itu akan membuat hubungan dengan Indonesia kemungkinan akan diwarnai kembali dengan isu-isu HAM dalam negeri Indonesia,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!