Indonesia Harus Ambil Manfaat Siapa pun Pemenang Pilpres AS

Kamis, 05 November 2020 - 07:43 WIB
loading...
Indonesia Harus Ambil...
Komisi I DPR mengingatkan pemerintah bahwa siapa pun pemenang Pilpres AS harus dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
Hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) mempunyai dampak terhadap dinamika politik global, termasuk Indonesia. Muncul pertanyaan, siapa yang lebih menguntungkan Indonesia?

Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai Pilpres AS bisa mempengaruhi Indonesia baik langsung ataupun tidak. Dia menilai Donald Trump maupun Joe Biden memiliki kelebihan dan kelemahan. Dan aspek itu mesti bisa dipahami dan dimanfaatkan.

“Tergantung kemampuan dan sikap kita dalam memanfaatkan kecenderungan kedua capres tersebut untuk mengambil keuntungan bagi kepentingan nasional kita. Terhadap kedua capres ini, kita bisa baca dari slogan masing-masing yang menunjukkan arah pemerintahan mereka ke depan,” ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (05/11/2020).

(Baca: 5 Negara Bagian Ini Penentu Biden atau Trump Menang Pilpres AS)

Trump menggaungkan slogan "Aggressive Nationalism abroad, jobs at home". Proyeksinya, politik Luar AS akan tetap seperti sekarang, memfokuskan hubungan bilateral. Sementara ketegangan dengan beberapa negara seperti China, Korut, Rusia dan Iran akan terus berjalan. Bahkan, mungkin akan terus tereskalasi yang belum diketahui kapan berakhirnya.

“Kaitan hubungannya dengan RI, saya kira akan tetap seperti sekarang ini. Kecuali, kalau Indonesia terseret ke dalam pelukan China. Jika itu yang terjadi, Indonesia kemungkinan besar akan dimasukkan ke dalam blok yang akan dihambat oleh Trump baik secara politik maupun ekonomi,” tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

(Baca: Hasil Electoral Votes Pilpres AS: Biden 264, Trump 214)

Sementara itu, Biden memiliki slogan “to restore dignified leadership at home and respected leadership on world state". Wakil Presiden era Barack Obama itu kemungkinan akan berusaha mengembalikan peran AS sebagai negara super power dunia seperti sebelum Trump dan cenderung pada multilateralisme.

“Pendekatannya mungkin akan menirukan Obama yang cenderung lebih kalem. Di sisi lain, secara tradisi pemerintahan Demokrat akan cenderung mengusung isu-isu demokrasi, iklim, dan HAM. Hal itu akan membuat hubungan dengan Indonesia kemungkinan akan diwarnai kembali dengan isu-isu HAM dalam negeri Indonesia,” pungkasnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Infografis
Dokumen CIA Prediksi...
Dokumen CIA Prediksi Siapa Pemenang Perang India dan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved