PPP Tawarkan Sandiaga Uno Jadi Kandidat Ketum?
Selasa, 03 November 2020 - 14:16 WIB
Pengusaha nasional yang juga mantan calon wakil presiden Indonesia pandamping Prabowo Subianto Sandiaga Salahudin Uno menjadi rebutan dua partai politik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengusaha nasional yang juga mantan calon wakil presiden Indonesia pandamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahudin Uno menjadi rebutan dua partai politik. Sandi ditawarkan jabatan strategis bahkan ingin dijadikan kandidat ketua umum (ketum).
(Baca juga: Pembuatan Vaksin Dipercepat, Ahli Virologi: Tidak Boleh Mengesampingkan Aspek Keamanan)
Dua partai tersebut yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Persatuan Indonesia. Untuk diketahui, Sandiaga Uno kini hanya menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra setelah dalam Kongres Luar Biasa pada 8 Agustus lalu, Gerindra kembali mengesahkan Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum hingga 2025.
(Baca juga: Umrah Dibuka, Berikut Syarat Bisa Berangkat di Tengah Pandemi)
Beberapa waktu kemudian, Sandi melakukan pertemuan dengan Ketum PPP, Suharso Monoarfa. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi tak membenarkan nama Sandiaga menjadi pembicaraan di internal PPP.
"Ya, hanya obrolan informal tidak serius. Kenapa kami sebut tidak cukup serius, karena tidak dibarengi langkah-langkah politik konkret. Karena syarat menjadi Ketum itu harus minimal pernah satu periode di DPP atau DPW," ujarnya, Selasa (3/11/2020).
(Baca juga: Pembuatan Vaksin Dipercepat, Ahli Virologi: Tidak Boleh Mengesampingkan Aspek Keamanan)
Dua partai tersebut yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Persatuan Indonesia. Untuk diketahui, Sandiaga Uno kini hanya menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra setelah dalam Kongres Luar Biasa pada 8 Agustus lalu, Gerindra kembali mengesahkan Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum hingga 2025.
(Baca juga: Umrah Dibuka, Berikut Syarat Bisa Berangkat di Tengah Pandemi)
Beberapa waktu kemudian, Sandi melakukan pertemuan dengan Ketum PPP, Suharso Monoarfa. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi tak membenarkan nama Sandiaga menjadi pembicaraan di internal PPP.
"Ya, hanya obrolan informal tidak serius. Kenapa kami sebut tidak cukup serius, karena tidak dibarengi langkah-langkah politik konkret. Karena syarat menjadi Ketum itu harus minimal pernah satu periode di DPP atau DPW," ujarnya, Selasa (3/11/2020).
Lihat Juga :