Pemerintah Nilai Kasus Corona Indonesia Masih Moderat di Kawasan Asean

Jum'at, 08 Mei 2020 - 19:24 WIB
“Kita bersyukur. Karena angka kasus kita rata-rata masih rendah. Itu bisa dilihat dari grafik yang paling kanan yaitu kasus per hari kita masih di bawah 500 paling tinggi puncaknya. Kemudian kesembuhan semakin tinggi yaitu sudah mendekati 300 per hari. Kemudian untuk angka kematian juga landai tidak ada penambahan yang cukup drastis,” paparnya.

Muhadjir mengatakan wilayah Indonesia saat ini yang penambahan kasusnya cukup dan sangat tinggi ada di Pulau Jawa. Dimana Provinsi yang paling tinggi kasus Corona adalah DKI Jakarta. Kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Sedangkan di luar Jawa yang harus diwaspadai adalah di wilayah Sulawesi Selatan.

“Semua ini yang sebetulnya dijadikan dasar pemerintah untuk membuat prediksi, perhitungan kira-kira seperti apa skenario penanganan ke depan kasus COVID-19 di Indonesia ini. Jadi semuanya landai-landai. Dan mudah-mudahan ini juga akan terus berlangsung dan akan semakin turun. Sehingga kita bisa mempercepat proses penanganan COVID-19 ini. Dan kita juga bisa segera menangani dampak yang terjadi akibat COVID-19,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa terdapat tiga ujung tombak penanganan COVID-19. Ujung tombak pertama adalah sektor kesehatan yang dibawahi oleh Kementerian Kesehatan dan BNPB. Lalu ujung tombak kedua adalah terkait jaring pengaman sossial yang dijalankan Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Dua ujung tombak ini ada di bawah koordinasi Kemenko PMK. Sementara ujung tombak ketiga adalah survivabilitas ekonomi yang menjadi domain Kemenko Perekonomian dan kementerian d ibawah koordinasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!