Komnas HAM Ungkap Pendeta Yeremia Dicap TNI sebagai Musuh

Senin, 02 November 2020 - 14:12 WIB
Di hari yang sama, (19/9/2020), pada pukul 13.00 WIT, seorang anggota Koramil Pratu Dwi Akbar Utomo ditembak dan meninggal dunia. Tim TNI dipimpin di Alpius Hasim Madi diduga melakukan operasi penyisiran untuk mencari senjata yang dirampas.

(Baca: Ini Kronologi Tewasnya Pendeta Yeremia Hasil Investigasi Tim Haris Azhar)

Alpius bersama 3-4 orang rekannya, menurut Anam, sempat dilihat istri Pendeta Yeremia, Mama Miryam Zoani, menuju kandang babi di sekitar waktu penembakan. “Sekitar pukul 17.50 WIT, korban ditemukan istrinya di dalam kandang babi dengan posisi telungkup dan banyak darah di sekitar tubuhnya,” jelasnya.

Anam mengungkapkan di lengan kiri Pendeta Yeremia terdapat luka terbuka dan mengeluarkan darah. Komnas HAM menyatakan kematian korban bukan disebabkan langsung luka di lengan kiri ataupun luka lain akibat kekerasan.

”Menurut ahli, penyebab kematian korban karena kehabisan darah. Hal ini dilihat dari luka pada tubuh korban yang bukan di titik yang mematikan. Korban masih hidup kurang lebih 5-6 jam pasca ditemukan,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!