Disamakan dengan Khomeini di Iran, HRS Jadi Korban Sikap Halusinasi Para Pendukungnya

Senin, 02 November 2020 - 08:01 WIB
"Ini yang membuat mereka cenderung berhalusinasi dan tidak realistis. Sama seperti saat HRS pergi meninggalkan Indonesia, siapa yang menyarankan dan saran yang tidak realistis itu kenapa diikuti," jelas Neta.

Lebih lanjut Neta menuturkan dengan perginya Habib Rizieq ke Arab Saudi saat itu memunculkan opini negatif bahwa yang bersangkutan hendak menghindar dari proses hukum. Begitu Habib Rizieq kembali ke Indonesia, persoalan pertama yang harus dia hadapi adalah persoalan hukumnya dengan pihak kepolisian.

Apalagi, menurut Neta, salah satu tuduhan yang diarahkan ke Habib Rizieq adalah sangat negatif dan sangat memojokkan tokoh yang berperan besar lahirnya gerakan '411 dan 212' tersebut. (Baca juga: Diisukan Pulang ke Tanah Air, HRS Diprediksi Tidak Akan Terlalu Vokal)

"Lalu bagaimana HRS mau membawa revolusi seperti kepulangan Khomeini di Iran dulu. Inilah masalah yang dihadapi HRS. IPW sendiri merasa kasihan dengan nasib HRS. Dia sudah menjadi korban dari sikap halusinasi dan sikap tidak realistis para pendukungnya," pungkas dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!