Aktualisasi Maulid Nabi, Jaga Umat dari Korupsi dan Perilaku Koruptif

Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:49 WIB
Akhlak yang baik sudah tentu dapat meredam sisi kelam manusia salah satunya sifat tamak, 'sifat binatang' yang sewaktu-waktu dapat bangkit dimana hasrat dan hawa nafsu sudah tidak lagi dapat dikontrol, salah satunya keinginan memperkaya diri dengan melakukan korupsi.

Sementara tauladan yang diberikan Baginda Rasulullah adalah istiqomah beliau dalam menerapkan amar ma'ruf nahi mungkar (mengajak dan menjalankan kabajikan serta menjauhi setiap larang-Nya), agar umatnya terhindar dari korupsi dan perilaku koruptif.

Baginda Rasulullah sangat membenci korupsi. Dalam beberapa kisah seperti Perang Khaibar disebutkan Nabi Muhammad SAW, enggan menshalatkan jenazah sahabatnya yang terbukti melakukan 'ghulul '(korupsi).

Dalam penjabaran HR (Hadis Riwayat) Muslim dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwasanya ibadah shalat yang dikerjakan, sedekah yang dilakukan dan haji yang ditunaikan atau kebaikan lain yang dilakukan, tidak bermakna ibadah sama sekali di mata Allah SWT apabila seorang Muslim masih melakukan praktik korupsi dalam hidupnya.

Menauladani sikap Rasulullah SAW, salah seorang sahabat bernama Umar Bin Khattab yang dipercaya menjabat sebagai khalifah, langsung memecat pejabat atau kepala daerah yang kedapatan melakukan korupsi, meskipun beberapa di antara mereka adalah pendukungnya.

Bukan hanya itu, Umar melakukan inspeksi kekayaan pejabat negara dan menyita harta mereka yang diperoleh bukan dari gaji yang semestinya di Baitul Mal, kemudian sitaan tersebut digunakan bagi kepentingan rakyat.

Semakin jelas, korupsi adalah perbuatan jahat, buruk dan tercela yang menggagalkan semua ibadah serta kebaikan lainnya yang dilakukan seseorang semasa hidupnya di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!