Uji UU Covid-19, Saksi Bongkar Ketimpangan Alat Bantu Pasien di RSUD
Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:44 WIB
Dia membeberkan, sejak awal pandemi hingga kini pasien Covid-19 hanya dapat dilayani dengan fasilitas yang sangat minim. Padahal, tutur Chilafat, RSUD Muara Teweh adalah rujukan bagi para pasien Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah. Akibatnya, RSUD harus menggunakan alat bantu seadanya. Jika jumlah pasien Covid-19 yang datang atau masuk di RSUD dibandingkan dengan fasilitas yang ada, maka kata dia, ketimpangannya sangat jauh.
(Baca: Lawan COVID-19, 33 Ventilator Didistribusikan ke 17 Rumah Sakit)
"Yang paling tampak sekali adalah tidak ada satupun kami menerima ventilator khusus atau alat bantu nafas yang seharusnya dipersiapakan. Seharusnya ada alat-alat berupa ventilator khusus untuk membantu pernapasan penderita Covid-19. Pun ada ventilator, tidak secanggih alat yang dibutuhkan pasien. Kebanyakan dari ventilator yang tersedia saat ini pun telah banyak yang rusak," ujarnya.
Chilafat menceritakan, sejak awal pandemi hingga kini mau tidak mau dia bersama para dokter mesti menggunakan ventilator yang ada dan tersedia dengan kualitas seadanya. Padahal sekali lagi, kata dia, bagi pasien Covid-19 membutuhkan ventilator khusus dan spesifik. Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali mengajukan penyediaan ventilator khusus dan spesifik bagi pasien Covid-19 ke pihak rumah sakit.
"Karena saya dengar ada bantuan, bantuan dari pemerintah untuk rumah sakit daerah maka saya ajukan, 'Tolonglah dipersiapkan beberapa buah'. Tetapi nyatanya sampai saat ini juga tidak ada," tuturnya.
(Baca: Lawan COVID-19, 33 Ventilator Didistribusikan ke 17 Rumah Sakit)
"Yang paling tampak sekali adalah tidak ada satupun kami menerima ventilator khusus atau alat bantu nafas yang seharusnya dipersiapakan. Seharusnya ada alat-alat berupa ventilator khusus untuk membantu pernapasan penderita Covid-19. Pun ada ventilator, tidak secanggih alat yang dibutuhkan pasien. Kebanyakan dari ventilator yang tersedia saat ini pun telah banyak yang rusak," ujarnya.
Chilafat menceritakan, sejak awal pandemi hingga kini mau tidak mau dia bersama para dokter mesti menggunakan ventilator yang ada dan tersedia dengan kualitas seadanya. Padahal sekali lagi, kata dia, bagi pasien Covid-19 membutuhkan ventilator khusus dan spesifik. Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali mengajukan penyediaan ventilator khusus dan spesifik bagi pasien Covid-19 ke pihak rumah sakit.
"Karena saya dengar ada bantuan, bantuan dari pemerintah untuk rumah sakit daerah maka saya ajukan, 'Tolonglah dipersiapkan beberapa buah'. Tetapi nyatanya sampai saat ini juga tidak ada," tuturnya.
(muh)
Lihat Juga :