Bawaslu Sebut Kampanye Daring di Pilkada Makin Menurun

Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:04 WIB
Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada, pada periode 16-25 Oktober 2020 ada sebanyak 80 kegiatan kampanye daring. Sementara itu, pada periode 6-15 Oktober 2020 ada sebanyak 98 kampanye daring.

Afif, sapaan akrabnya mengatakan, penurunan itu menggambarkan metode daring bukan kegiatan utama yang diprioritaskan oleh tim kampanye atau pasangan calon (paslon) untuk berkomunikasi dengan calon pemilih. Kurangnya kampanye daring ini diduga karena ketidaksiapan tim kampanye dan paslon dengan perangkat kampanye.

“Metode ini juga dianggap tidak dapat menjadi ruang dialog yang komunikatif. Akibatnya, dinilai tidak efektif untuk menyampaikan visi, misi, program, dan pesan yang mempengaruhi preferensi pemilih,” tuturnya.

Hingga sebulan masa kampanye, kampanye daring paling sedikit dilakukan dibandingkan tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye, dan penyebaran bahan kampanye. Sebaliknya, pertemuan tatap muka terbatas masih menjadi yang paling banyak dilakukan oleh tim sukses dan paslon.

Padahal, kampanye tatap muka itu berisiko menjadi titik penyebaran virus Sars Cov-II. Pada 10 hari ketiga masa kampanye ini, kampanye tatap muka dilakukan sebanyak 13.646 kegiatan. Jumlah itu turun dari masa kampanye pada 10 hari kedua yang sebanyak 16.468 kegiatan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!