Tsunami Setinggi 80 Meter Pernah Menerjang Ambon Tahun 1674
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 19:55 WIB
Dalam perpustakaan ini tersimpan sekitar 10.000 literatur sejarah dari buku ensiklopedia tua, peta Indonesia yang masih dibuat dengan bantuan kompas, buku seri internasional dan juga buku-buku terkait sejarah kejadian bencana di Maluku.
Dalam salah satu karyanya, Rumphius telah mengisahkan bahwa Ambon dan pulau sekitarnya pernah mengalami bencana tsunami terbesar dalam sejarah perjalanan Nusantara yang terjadi pada 17 Februari 1674. Tsunami dengan ketinggian lebih dari 80 meter tersebut meluluh lantahkkan setidaknya 13 desa berdasarkan “Waerachtigh Verhael van der Schierlijke Aerdbevinge” (Kisah Nyata tentang Gempa Bumi yang Dahsyat) oleh Rumphius diantaranya Larike, Nusatelo, Orien, Lima, Seyt, Hila, Hitu Lama, Mamala, Thiel, Seram kecil, Oma Honimoha, Nusa Laut, Paso Baguala yang berada di Pulau Ambon dan Seram.
“Kejadian ini menyebabkan 2.322 orang meninggal dunia. Benteng Amsterdam yang berada di Desa Hila merupakan bukti sejarah dari dahsyatnya bencana tersebut yang menyebabkan bangunannya mengalami kerusakan parah,” dari siaran pers yang diterima Sindo Media, Jumat (23/10/2020).
(Baca: Ancaman Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Mitigasi Bencana Terburuk Dipersiapkan)
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Udrekh menyampaikan bahwa literasi kebencanaan adalah pengalaman berharga yang menjadi landasan ilmu pengetahuan dimasa depan. Udrekh menambahkan bahwa arsip perlu dikumpulkan dan disimpan sehingga nantinya menjadi perpustakaan yang dapat digunakan bangsa Indonesia dan dunia.
Dalam salah satu karyanya, Rumphius telah mengisahkan bahwa Ambon dan pulau sekitarnya pernah mengalami bencana tsunami terbesar dalam sejarah perjalanan Nusantara yang terjadi pada 17 Februari 1674. Tsunami dengan ketinggian lebih dari 80 meter tersebut meluluh lantahkkan setidaknya 13 desa berdasarkan “Waerachtigh Verhael van der Schierlijke Aerdbevinge” (Kisah Nyata tentang Gempa Bumi yang Dahsyat) oleh Rumphius diantaranya Larike, Nusatelo, Orien, Lima, Seyt, Hila, Hitu Lama, Mamala, Thiel, Seram kecil, Oma Honimoha, Nusa Laut, Paso Baguala yang berada di Pulau Ambon dan Seram.
“Kejadian ini menyebabkan 2.322 orang meninggal dunia. Benteng Amsterdam yang berada di Desa Hila merupakan bukti sejarah dari dahsyatnya bencana tersebut yang menyebabkan bangunannya mengalami kerusakan parah,” dari siaran pers yang diterima Sindo Media, Jumat (23/10/2020).
(Baca: Ancaman Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Mitigasi Bencana Terburuk Dipersiapkan)
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Udrekh menyampaikan bahwa literasi kebencanaan adalah pengalaman berharga yang menjadi landasan ilmu pengetahuan dimasa depan. Udrekh menambahkan bahwa arsip perlu dikumpulkan dan disimpan sehingga nantinya menjadi perpustakaan yang dapat digunakan bangsa Indonesia dan dunia.
Lihat Juga :