Alasan Mahasiswa Masih Melakukan Aksi Demo

Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:28 WIB
Aliansi BEM SI menilai pengesahan UU Cipta Kerja yang dinilai merampas hak hidup seluruh rakyat Indonesia dan justru lebih banyak menguntungkan penguasa dan oligarki. Bahkan, mereka juga menyayangkan sikap pemerintah yang justru menantang yang menolak omnibus law tersebut untuk menguji di MK.

"Meskipun terjadi penolakan dari berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia, kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja. Padahal mereka (pemerintah) bisa melakukan tindakan untuk mencabut undang-undang tersebut," ujarnya.

Kekecewaan itu belum lagi ditambah dengan berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja pada aksi unjuk rasa yang terjadi sebelumnya. Termasuk juga berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak aturan tersebut.

Berdasarkan hal itu, Remy mengungkapkan bahwa Aliansi BEM SI akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden Jokowi segera mencabut UU Cipta Kerja. Di samping itu, mereka juga akan tetap menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," jelas Remy di akhir pernyataannya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!