Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Ditaksir Capai 360-540 Juta

Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:08 WIB
Bila dilihat dari pengembangan enam vaksin tersebut, diperkirakan paling cepat akan selesai pada awal 2021. Adapun vaksin tersebut yang diserahkan ke Bio Farma adalah berasal dari pengembangan Eijkman dan UI karena tahapannya sudah mendekati atau telah masuk ke tahap uji hewan.

Mantan Kepala Bappenas itu mengungkapkan bahwa kebutuhan vaksin di Indonesia sangat besar. Jika hitungan menggunakan rumus herd immunity atau kekebalan imunitas, maka ada sekitar dua pertiga penduduk harus divaksin alias 180 juta orang. (Baca juga:Bio Farma Mampu Produksi 17 juta Vaksin Sinovac)

“Karena satu orang butuh dua kali vaksin, maka dibutuhkan minimal 360 juta. Kalau semua orang divaksin, maka butuh 270 juta (penduduk) dikali dua, alias 540 juta vaksin. Jadi memang harus ada kapasitas (vaksin) antara 360-540 juta yang barangkali tidak bisa dipenuhi oleh Bio Farma sendirian, yang kapasitasnya tahun depan diperkirakan 250 juta dosis per tahun,” paparnya.

Terkait itu, Bambang mengatakan, pemerintah sudah menggandeng beberapa perusahaan swasta yang bersedia untuk investasi pengembangan atau manufaktur vaksin Covid-19. Mereka di antaranya Kalbe Farma, Sanbe Farma, PT Daewoong Infion, Biotis, dan Tempo Scan.

“Beberapa dari mereka sudah invest dan sudah mengurus izin ke BPOM. Sebagian lagi sedang mempersiapkan rencana investasi dan izin tersebut,” tandasnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!