Gatot Nurmantyo, Garang di Militer, Kritis ke Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:27 WIB
Setahun menjadi Gubernur Akmil, Gatot pun diangkat menjadi Pangdam Brawijaya menggantikan Mayor Jenderal TNI Suwarno. Tak sampai setahun, dirinya kembali ditugaskan sebagai Dankodiklat TNI AD. Pada 2013, Gatot pun diangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Pada 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot pun diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30. Dan pada 2015, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Gatot pun dilantik menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-16 menggantikan Jenderal TNI Moeldoko.

Gatot bersama tokoh pemerintahan lainnya beserta para aktivis sosial bergabung dalam aksi untuk mendukung toleransi beragama selama periode unjuk rasa di Jakarta pada November 2016. Gatot pun dikenal sebagai sosok purnawirawan yang religius dan dekat kepada para ulama di Indonesia. (Baca juga: Gatot Nurmantyo Kembali Tegaskan 100 Persen KAMI Tidak Akan Menjadi Parpol )

Setelah hilang dan beberapa kali namanya muncul di pemberitaan, akhirnya pada pada 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Gatot bergabung dan menjadi salah satu deklarator KAMI (Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia) bersama Din Syamsuddin dan para tokoh-tokoh nasional lainnya.

Bergabungnya Gatot pada KAMI karena keresahannya ketika mengetahui muncul RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini telah berubah menjadi RUU BPIP. KAMI sendiri merupakan gerakan moral yang bertujuan menegakkan kebenaran dan menciptakan keadilan bagi masyarakat.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!