GPM Akui Tidak Mudah Bangun Budaya Wajib Pakai Masker

Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:16 WIB
Lebih lanjut, gerakan tersebut memprioritaskan sosialisasi pada klaster yang rentan, terutama area populasi padat, mobilitas dan interaksinya antar manusia yang tinggi seperti pasar rakyat, pesantren, daerah wisata, transportasi umum, dan lainnya. Ada sepuluh kota terbesar yang menjadi lokasi kampanye, mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Palembang, Padang, Batam, dan Bandar Lampung.

“Di pasar rakyat, penyuluhan sudah mencapai 9.200 pasar dengan jumlah lebih dari 7 juta pedagang. Selain itu, di pesantren sudah mencapai 65 pesantren dengan lebih dari 91 ribu santri dan 3.361 guru, termasuk kiai,” terangnya.

Sigit memahami ada banyak jenis masker saat ini. Namun, salah satu di antaranya tidak dianjurkan pemerintah untuk digunakan adalah jenis masker scuba. Lantaran tak ingin memicu kontroversial, bagi Sigit yang terpenting adalah masyarakat minimal membiasakan diri menggunakan masker. (Baca juga: DKI Klaim Pelanggaran Masker Berkurang Selama PSBB Ketat)

“Yang penting sekarang adalah pakai masker dulu. Nanti kita akan menyesuaikan dan mulai edukasi,” tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!