Pasien Covid-19 di Wisma Atlet dan Rumah Sakit Daerah Menurun
Selasa, 06 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Terkait dengan pembukaan Hotel Isolasi Mandiri di ibukota dr. Tugas menyatakan ini merupakan bentuk dari sinergitas dari penanganan Covid-19 seusai dengan tema HUT ke-75 tahun TNI Yang memgambil tema “Sinergi untuk Negeri”.
Saat ditanya apakah ada pengaruhnya jenderal kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini mengatakan sangat mungkin. Semula pasien OTG langsung masuk ke Flat Isolasi Mandiri kini bisa ditampung juga ke hotel-hotel. "Ada pengurangan jumlah pasien (di Wisma Atlet) sangat mungkin dan ini akan memberikan pemerataan dalam konteks tingkat hunian," jelas dr. Tugas.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Slamet Budiarto mengatakan Covid-19 penyebarannya susah ditebak.Pada bulan Maret-April, grafik jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta itu tinggi dan di Surabaya, Jawa Timur, rendah. Namun belakangan angka itu beberapa waktu lalu pernah berbalik, di Jakarta turun dan di Surabaya justru naik. "Tapi sekarang begitu Jawa Timur kini menurun, DKI Jakarta justru ‘meledak’ lagi. Kita tidak bsia memperediksi apakah ini landai, puncaknya, atau turun. Karena polanya terus berubah. Di negara lain pun sama," ujar dr. Slamet.
Ia sempat mengungkapkan curhatan para dokter dalam menangani pasien Covid-19 di berbagai daerah. Namun dr. Slamet tidak menjelaskan secara rinci curhatan para tenaga medis di daerah. Hanya saja dirinya menyebutkan profesi kedokteran itu mempunyai naluri kemanusiaan yang tinggi.
"Walaupun lebih dari delapan jam atau sembilan jam bertugas para dokter akan melayani dengan senang hati," ujar Slamet yang berharap kebutuhan logistik obat-obatan segera disiapkan pemerintah agar penanganan lancar.
Saat ditanya apakah ada pengaruhnya jenderal kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini mengatakan sangat mungkin. Semula pasien OTG langsung masuk ke Flat Isolasi Mandiri kini bisa ditampung juga ke hotel-hotel. "Ada pengurangan jumlah pasien (di Wisma Atlet) sangat mungkin dan ini akan memberikan pemerataan dalam konteks tingkat hunian," jelas dr. Tugas.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Slamet Budiarto mengatakan Covid-19 penyebarannya susah ditebak.Pada bulan Maret-April, grafik jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta itu tinggi dan di Surabaya, Jawa Timur, rendah. Namun belakangan angka itu beberapa waktu lalu pernah berbalik, di Jakarta turun dan di Surabaya justru naik. "Tapi sekarang begitu Jawa Timur kini menurun, DKI Jakarta justru ‘meledak’ lagi. Kita tidak bsia memperediksi apakah ini landai, puncaknya, atau turun. Karena polanya terus berubah. Di negara lain pun sama," ujar dr. Slamet.
Ia sempat mengungkapkan curhatan para dokter dalam menangani pasien Covid-19 di berbagai daerah. Namun dr. Slamet tidak menjelaskan secara rinci curhatan para tenaga medis di daerah. Hanya saja dirinya menyebutkan profesi kedokteran itu mempunyai naluri kemanusiaan yang tinggi.
"Walaupun lebih dari delapan jam atau sembilan jam bertugas para dokter akan melayani dengan senang hati," ujar Slamet yang berharap kebutuhan logistik obat-obatan segera disiapkan pemerintah agar penanganan lancar.
(alf)
Lihat Juga :