Bukti Pluralisme PKB, Warga Nonmuslim Siap Menangkan Paslon Nurani
Selasa, 06 Oktober 2020 - 10:27 WIB
Ayah dari dua anak yang sehari-hari menjadi guru les musik ini telah terlibat dalam kegiatan PKB sejak tahun 2006. Pertemuannya dengan PKB berawal dari keterlibatannya membantu kegiatan pengurus PKB di Kecamatan Boja. “Saya sering diajak oleh Pak Kiai Jasmani, tokoh PKB di Boja. Awalnya bantu keperluan surat-menyurat. Kemudian berlanjut bantu-bantu kegiatan partai. Itu terjadi pada tahun 2006,” kenangnya, saat ditemui di rumahnya di Desa Karangmanggis, Kecamatan Boja.
Cerita berlanjut, Santoso yang sejak muda aktif di sejumlah organisasi kepemudaan, di antaranya pernah tercatat sebagai pengurus DPD KNPI Jawa Tengah ini, merasa menemukan ruang untuk berkiprah di PKB. Terakhir terlibat dalam momen pemenangan Pileg 2019, dirinya ikut mencarikan suara untuk caleg PKB. "Tapi jauh hari sebelum terlibat di PKB, saya sudah mengidolakan Gus Dur. Saya baca buku-buku beliau sejak SMA. Pandangannya luas, membukakan cakrawala saya akan keberagaman. Beliau di kemudian hari mendirikan PKB," imbuhnya.
Sebagai kader PKB, saat ini dirinya bergabung dengan tim pemenangan di desanya untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ali Nurudin-Yekti Handayani (Nurani). Menurutnya paslon yang diusung oleh PKB, Gerindra dan Nasdem ini memiliki komposisi yang tepat dari berbagai aspek. "Pak Ustad Ali figur tokoh pesantren yang punya konsen terhadap pemberdayaan pemuda. Orangnya ramah dan peduli. Sementara wakilnya, Bu Ani, pengusaha yang juga guru honorer. Sebagai putra daerah, tentu keduanya punya pemahaman lebih baik dibanding yang baru datang di Kendal," terangnya.
Cerita berlanjut, Santoso yang sejak muda aktif di sejumlah organisasi kepemudaan, di antaranya pernah tercatat sebagai pengurus DPD KNPI Jawa Tengah ini, merasa menemukan ruang untuk berkiprah di PKB. Terakhir terlibat dalam momen pemenangan Pileg 2019, dirinya ikut mencarikan suara untuk caleg PKB. "Tapi jauh hari sebelum terlibat di PKB, saya sudah mengidolakan Gus Dur. Saya baca buku-buku beliau sejak SMA. Pandangannya luas, membukakan cakrawala saya akan keberagaman. Beliau di kemudian hari mendirikan PKB," imbuhnya.
Sebagai kader PKB, saat ini dirinya bergabung dengan tim pemenangan di desanya untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ali Nurudin-Yekti Handayani (Nurani). Menurutnya paslon yang diusung oleh PKB, Gerindra dan Nasdem ini memiliki komposisi yang tepat dari berbagai aspek. "Pak Ustad Ali figur tokoh pesantren yang punya konsen terhadap pemberdayaan pemuda. Orangnya ramah dan peduli. Sementara wakilnya, Bu Ani, pengusaha yang juga guru honorer. Sebagai putra daerah, tentu keduanya punya pemahaman lebih baik dibanding yang baru datang di Kendal," terangnya.
(alf)
Lihat Juga :