Soal Penanganan COVID-19, Sandiaga Uno: Problemnya Data
Rabu, 06 Mei 2020 - 06:07 WIB
Dia mengungkapkan akurasi data pemerintah menurun karena mobilitas yang tinggi dari masyarakat. Dalam situasi pandemi seperti ini banyak masyarakat yang pulang kampung. Rata-rata mereka sudah tidak mempunyai pekerjaan dan usahanya tidak berjalan.
Sandi menjelaskan dua klaster lain adalah dekontaminasi dengan cairan disinpektan dan gerakan pembagian masker. Para relawan, katanya, aktif melakukan penyemprotan ke rumah-rumah.
Pemilik Saratoga Grup itu sempat menyinggung penanganan COVID-19 yang belum memaksimalkan data. Belum lagi, masalah masih rendahnya tes PCR kepada orang diduga terpapar COVID-19 dan yang pernah kontak dengan yang postif.
“Problemnya data. Saya dapat data internaisonal, Indonesia di bawah banget. Ini kita harus dorong (tes masif). Jenderal Doni (Kepala Tugas mengatakan) 400 ribu PCR akan masuk. Ini bisa tes secara masif dan luas,” pungkasnya.
Sandi menjelaskan dua klaster lain adalah dekontaminasi dengan cairan disinpektan dan gerakan pembagian masker. Para relawan, katanya, aktif melakukan penyemprotan ke rumah-rumah.
Pemilik Saratoga Grup itu sempat menyinggung penanganan COVID-19 yang belum memaksimalkan data. Belum lagi, masalah masih rendahnya tes PCR kepada orang diduga terpapar COVID-19 dan yang pernah kontak dengan yang postif.
“Problemnya data. Saya dapat data internaisonal, Indonesia di bawah banget. Ini kita harus dorong (tes masif). Jenderal Doni (Kepala Tugas mengatakan) 400 ribu PCR akan masuk. Ini bisa tes secara masif dan luas,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :