Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 09:35 WIB
Osamu mengatakan, persoalan lain bagi penelitian di lahan gambut yaitu masalah kurangnya data mengenai kondisi lahan dan akurasi prakiraan cuaca. “Sehingga kita tidak bisa mengkalkulasikan jumlah air tanpa adanya data,” ucap dia. (Lihat videonya: Harga Tes Swab akan Segera Dievaluasi)

Untuk itu, dia menyarankan adanya pengembangan konsep restorasi. Tidak hanya pembasahan kembali, penanaman kembali, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di area gambut, namun juga mengembalikan hak tanah.

Sementara itu, Kasubpokja Wilayah Sumatera Kedeputian Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG, Soesilo Indrarto dalam paparannya menyebut mengenai kanal blocking yang dibangun dari area teratas gambut ke area terendah. “Dari kanal tersier, kanal kedua, dan yang terakhir kanal utama,” ucap dia. (Heru Febrianto)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!