Neta Pane: Jangan Sampai KBPP Polri Jadi Alat Politik Praktis

Jum'at, 25 September 2020 - 19:19 WIB
Neta menuturkan, perebutan pengaruh menjelang munas adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Itu dinamika yang normal, dalam konteks demokrasi. “Tapi, menggunakan pengaruh politik untuk menyeret KBPP Polri ke dalam ranah politik praktis, itu sangat tidak patut. Apalagi, ada dugaan melakukan tindakan money politic, demi menggalang dukungan. Sebagai anggota organisasi KBPP Polri, politisi dari DPR tersebut, hendaknya memberi contoh yang baik dalam berorganisasi. Model manuver politik yang lazim terjadi di organisasi politik, tidak pada tempatnya diterapkan di KBPP Polri," lanjut Neta.

Sumber yang dapat dipercaya di atas menyebutkan, Adi Pratama selaku Ketua KBPP Polri DKI Jakarta, termasuk salah seorang yang menolak menerima uang, dalam konteks dugaan gerakan money politic dalam pertemuan itu. Sebagai anak polisi sekaligus selaku Ketua KBPP Polri DKI Jakarta, Adi Pratama mengaku, pada dasarnya dia mendukung penuh berbagai upaya untuk membesarkan organisasi KBPP Polri, dengan tetap menjaga marwah organisasi.

Menurut Neta Pane, sebagai organinasi yang mewadahi keluarga besar Polri, KBPP Polri harus menjadi organisasi yang tidak hanya bermanfaat bagi seluruh keluarga Polri, melainkan harus mampu melahirkan tokoh-tokoh muda nasional. “KBPP Polri memiliki potensi untuk melahirkan tokoh-tokoh nasional. Ini tantangan bagi integritas pengurus KBPP Polri ke depan,” kata Neta.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!