Cegah Terpapar Radikalisme, Pemahaman Agama Mahasiswa Harus Diperkuat

Kamis, 24 September 2020 - 18:20 WIB
”Nah itu khilafatullah sesungguhnya, bukan khilafah politik. Khilafah politik sebetulnya muncul karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada,” tutur Anggota MPR periode 1999-2004 ini. (Baca juga: KPK Benarkan Febri Diansyah Ajukan Pengunduran Diri )

Achmad Mubarok mengatakan, masyarakat perlu untuk diajak belajar dan berpikir terbuka terkait adanya ideologi khilafah, termasuk juga diskusi-diskusi bagi kalangan mahasiswa. Tujuannya untuk membuka wawasan para mahasiswa.

”Kalau dibicarakan terbuka justru hal ini tidak akan tumbuh, tetapi kalau dikejar-kejar itu justru akan tumbuh karena mereka merasa dizalimi” ucapnya

Generasi muda khususnya para mahasiswa menurut Achmad Mubarok juga perlu untuk memperbanyak wawasan-wawasan yang bernuansa amaliyah sebagai upaya untuk membentengi diri dari pengaruh ajaran atau paham yang menyesatkan..

”Jika banyak wawasannya dan beramaliyah maka kemudian tidak akan mudah terjerumus kepada pemahaman ruang yang sempit yang dapat mengarah kepada intoleransi dan radikalisme. Ini juga sebagai upaya agar paham-paham tersebut juga tidak tumbuh di lingkungan kampus,” tuturnya.(Baca juga: 4.634 Kasus Baru Covid-19, Ini Sebarannya di 34 Provinsi )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!