Cegah Terpapar Radikalisme, Pemahaman Agama Mahasiswa Harus Diperkuat

Kamis, 24 September 2020 - 18:20 WIB
loading...
Cegah Terpapar Radikalisme,...
Guru Besar Bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Achmad Mubarok. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Saat ini sangat penting bagi kalangan akademisi dan dunia kampus untuk tidak lagi mengabaikan penyebaran potensi paham intoleransi dan radikalisme di kalangan mahasiswa .

Pencegahan menjadi sangat pentig untuk menjaga lingkungan pendidikan, utamanya di lingkungan kampus. Tujuannya agar terhindar dari penyebaran paham intoleransi dan radikalisme.

Guru Besar Bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Achmad Mubarok mengatakan, sesungguhnya ideologi internasionalisme sangat mudah masuk ke kalangan mahasiswa. Hal ini dikarenakan kurangnya para mahasiswa itu dalam mempelajari ilmu agama.

Untuk mengatasi hal tersebut khususnya kepada generasi muda mahasiswa adalah dengan cara memperbanyak diskusi terbuka dan seminar-seminar yang lalu dimuat di media massa.

”Nah tentunya dari situ nantinya akan keliatan sendiri karena khilafah versi mereka (kelompok penyebar paham intoleransi dan radikalisme) itu sebenarnya bukan konsep Islam, melainkan konsep khilafah politik,” ujar Achmad Mubarok, di Jakarta, Rabu 23 September 2020.

Karena, kata dia, sesungguhnya konsep khilafah yang diusung oleh kelompok-kelompok tersebut bukanlah konsep khilafah yang berasal dari Al Quran. Karena konsep khilafah yang ada di Alquran adalah khilafatullah fil ardh yang mana ’manusia adalah wakil Allah di muka bumi yang berkewajiban untuk membumikan nilai-nilai kebenaran’.

”Nah itu khilafatullah sesungguhnya, bukan khilafah politik. Khilafah politik sebetulnya muncul karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada,” tutur Anggota MPR periode 1999-2004 ini. (Baca juga: KPK Benarkan Febri Diansyah Ajukan Pengunduran Diri )

Achmad Mubarok mengatakan, masyarakat perlu untuk diajak belajar dan berpikir terbuka terkait adanya ideologi khilafah, termasuk juga diskusi-diskusi bagi kalangan mahasiswa. Tujuannya untuk membuka wawasan para mahasiswa.

”Kalau dibicarakan terbuka justru hal ini tidak akan tumbuh, tetapi kalau dikejar-kejar itu justru akan tumbuh karena mereka merasa dizalimi” ucapnya

Generasi muda khususnya para mahasiswa menurut Achmad Mubarok juga perlu untuk memperbanyak wawasan-wawasan yang bernuansa amaliyah sebagai upaya untuk membentengi diri dari pengaruh ajaran atau paham yang menyesatkan..

”Jika banyak wawasannya dan beramaliyah maka kemudian tidak akan mudah terjerumus kepada pemahaman ruang yang sempit yang dapat mengarah kepada intoleransi dan radikalisme. Ini juga sebagai upaya agar paham-paham tersebut juga tidak tumbuh di lingkungan kampus,” tuturnya.(Baca juga: 4.634 Kasus Baru Covid-19, Ini Sebarannya di 34 Provinsi )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved